Demi Reformasi, PM Jepang Sanae Takaichi Pangkas Gaji Menteri

"PM Jepang Sanae Takaichi berencana merevisi UU untuk memotong gaji tambahan dirinya dan para menteri kabinet sebagai wujud komitmen reformasi."
PM Jepang Sanae Takaichi berencana merevisi UU untuk memotong gaji tambahan dirinya dan para menteri kabinet sebagai wujud komitmen reformasi. (Dok. Ist)

Gaji tambahan inilah yang rencananya akan ditangguhkan “untuk sementara waktu”.

Rencana Takaichi mendapat pujian dari mitra koalisinya. Fumitake Fujita, salah satu pemimpin Partai Inovasi Jepang, menyebut langkah itu “luar biasa”.

Namun, kritik juga muncul. Pemimpin Partai Demokrat untuk Rakyat, Yuichiro Tamaki, mengkritik rencana itu sebagai “simbol pola pikir deflasi“, yang dianggap bertentangan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan rakyat.

Pemerintah akan menggelar rapat menteri terkait paling cepat pada Selasa (11/11/2025) untuk mengonfirmasi rencana penangguhan gaji tambahan ini.

Baca Juga: Menteri Energi AS: Tak Akan Ada Awan Cendawan dari Uji Coba Nuklir Trump

(*Mira)