Prasetyo menegaskan, fokus utama pemerintah adalah memastikan perusahaan hasil gabungan nanti dapat berjalan optimal dan tetap menggerakkan ekonomi.
Ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap para mitra pengemudi yang jumlahnya sangat besar.
“Sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ,” terang Prasetyo.
Wacana akuisisi GoTo oleh Grab yang berbasis di Singapura telah mengemuka sejak beberapa waktu lalu.
Laporan Reuters sebelumnya menyebut adanya kendala regulasi dari pemerintah Indonesia yang sempat menghambat kesepakatan tersebut pada Juni lalu.
Baca Juga: Kondisi Terkini Driver Gojek Korban Penganiayaan Oknum TNI di Pontianak
(*Mira)
















