Wulan mengapresiasi penyelenggaraan event Borneo Fair dikarenakan digelar selama 10 hari.
Tentu menjadi ajang yang sangat mumpuni untuk mempromosikan produknya.
“Selama ini kan paling lama satu minggu, tapi Borneo Fair bisa sampai 10 hari. Saya pikir sangat bagus untuk promosikan produk,” ujarnya.
Senada disampaikan Rita yang mengaku akan menampilkan produk makanan tradisional. Ia berharap produknya bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat melalui Borneo Fair.
Technical Meeting telah dilakukan dua kali.
Sehari sebelumnya penyelenggara bersama dengan instansi terkait, yakni Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak maupun pihak kepolisian.
Project Manager Borneo Fair, Iskandar mengatakan, pelaksanaan Borneo Fair tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sesuai dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
“Intinya adalah kita menggerakkan ekonomi kerakyatan yang mengacu pada program pemerintah. Pak Presiden mengatakan bahwa saat ini kita menggerakkan ekonomi kerakyatan. Selain itu, kita juga berkolaborasi dengan kegiatan budaya dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
(*Mira)
















