Baca Juga: Prabowo: “Saya Ngaku, Aku Titip 2-3 Orang” Mantan Pengawal ke Polri
“Di awal pemerintahan saya hormati Anda, saya tidak cawe-cawe, saya tidak titip satu pun pejabat, saya tidak titip. Bener Kapolri?,” tanya Prabowo.
Namun, ia kemudian mengakui ada pengecualian untuk mantan pengawalnya yang berasal dari Polri.
“Ya kalau mantan pengawal saya ada polisi, yang dulu ngawal saya, ya tolong lah, masuk Secaba (Sekolah Calon Bintara). Masa, iya kan, itu sah boleh dong saya titip,” ujarnya.
“Ini bintara baik ya jadikan lah perwira, dari ratusan ribu aku titip dua, tiga orang ya kan,” imbuh Prabowo.
Prabowo membeberkan alasan kuat di balik permintaannya itu.
Ia menitipkan mereka karena loyalitas dan pengorbanan yang telah diberikan selama mengawalnya.
“Mantan pengawal saya ada motoris saya polisi, sekian tahun, loyal, dia mempertaruhkan nyawa loh, motoris motoris itu mempertaruhkan nyawa,” tegas Prabowo.
Ia menceritakan bagaimana ia menyaksikan sendiri pengorbanan pengawalnya.
“Di (saat) hujan, aku tuh di mobil aku lihat waduh hujan deras, dia pertaruhkan nyawa dia. Jadi ya, saya ngaku lah, tapi itu sah, benar enggak,” ujarnya.
Prabowo kemudian membedakan tindakannya itu dengan praktik nepotisme, seraya menegaskan tidak pernah menitipkan keponakannya untuk menjadi pejabat.
“Ayo jenderal-jenderal, menteri-menteri kalian juga nitip-nitip kan, ya satu, dua orang boleh, tapi enggak ada saya titip ponakan saya tolong jadiin, enggak ada,” kata Prabowo, yang disambut tawa para pejabat yang hadir.
Baca Juga: Ralat di KTT ASEAN, TV Nasional Malaysia Keliru Sebut Prabowo Sebagai Jokowi
(*Mira)





















