Komitmen tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar, usai mengikuti Akad Massal KUR serentak 38 Provinsi di Aula Garuda Kantor Pelayanan Terpadu, Komplek Kantor Gubernur Kalbar.
“Kami berharap dengan penyaluran KUR ini, UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan menopang perekonomian daerah. Untuk Kalbar, sektor yang paling banyak terlibat adalah perdagangan, perkebunan, dan pertanian,” ungkap Yuse Chaidi Amzar.
Ia menegaskan, Bank Kalbar tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu mengelola usahanya.
“KUR ini bukan sekadar bantuan modal, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Dukungan ini diperkuat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, yang menyebutkan dari total Rp 4 triliun KUR untuk Kalbar, Bank Kalbar memegang peran signifikan.
“Hari ini kita menandatangani secara serentak penyaluran KUR secara nasional. Untuk Kalimantan Barat, totalnya mencapai empat triliun rupiah yang disalurkan oleh Bank Kalbar dan bank-bank Himbara. Bank Kalbar sendiri menyalurkan sekitar tujuh ratus miliar rupiah untuk KUR UMKM di tahun ini,” ungkap Harisson.
Baca Juga: Lewat Adu Penalti Dramatis, Bank Kalbar FC Juarai Turnamen GALAKARYA Nasional 2025
Salah satu penerima manfaat, Anna Susanti, pelaku UMKM Minuman Herbal Pontianak, mengaku sangat terbantu dengan program KUR yang difasilitasi perbankan, termasuk Bank Kalbar.
“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada pihak bank atas program KUR ini. Selama ini kami sering terkendala jaminan. Dengan adanya KUR tanpa agunan untuk pinjaman kecil, kami sangat terbantu untuk menambah modal dan mengembangkan usaha,” ucapnya.
(ra)
















