Dari hasil pemeriksaan awal pada tubuh korban, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.
Baca Juga: Geger di Paloh Sambas, Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Perbatasan Sungai
Petunjuk kuat mengenai motif korban ditemukan dari telepon genggam miliknya yang tergeletak di bawah jasad dalam kondisi menyala.
Polisi menemukan unggahan terakhir korban di media sosial yang mengindikasikan kekecewaan mendalam terkait hubungan asmara.
“Dari hasil pemeriksaan terhadap ponsel korban, kami menemukan postingan terakhir di media sosialnya yang mengarah pada kekecewaan dalam hubungan asmara. Dalam tulisannya, korban menulis kalimat yang cukup emosional, yakni ‘Aku sudah terjebak rasa nyaman. Aku sudah terlanjur dalam. Bahkan dari awal aku sudah tahu risiko mencintaimu adalah mati tanpa kehilangan denyut nadi,’” jelas Pasaribu.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang wanita di Pulau Jawa.
Beberapa hari terakhir, korban juga disebut lebih sering murung.
“Dugaan sementara, korban mengalami tekanan batin akibat permasalahan asmara dengan kekasihnya, namun petugas Polsek Sungai Raya masih melakukan penyelidikan,” tambah Pasaribu.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses otopsi terhadap jenazah.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukannya otopsi dan mengikhlaskan kepergian korban,” kata Pasaribu.
Jenazah SO telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Baca Juga: Seorang Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kubu Raya
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menjadikan peristiwa ini pelajaran tentang pentingnya dukungan sosial bagi individu yang mengalami tekanan batin.
(*Red)
















