Bantuan ini diberikan kepada 27 kelompok tani yang mengalami kerusakan pada shading net dan tiang penyangga, serta tanaman hortikultura yang siap panen.
Wakil Wali Kota Bahasan menegaskan komitmen Pemkot untuk membantu para petani bangkit.
“Melalui bantuan ini, kami ingin agar daerah pertanian yang terkena musibah segera pulih dan mampu meningkatkan hasil produksinya. Kami tidak ingin petani kehilangan semangat akibat bencana ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahasan menjelaskan bahwa bantuan tidak bisa langsung diberikan pada hari kejadian karena adanya proses verifikasi.
“Bantuan ini memang tidak bisa serta-merta diberikan di hari kejadian. Ada proses verifikasi dan mekanisme dari pemerintah. Karena itu, saya minta petani aktif berkoordinasi dengan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan. Kalau ada hal yang tidak bisa diselesaikan, silakan laporkan langsung kepada saya,” tegasnya.
Jenis Bantuan dan Pendataan Kerugian
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak, Muchammad Yamin, merincikan jenis bantuan yang disalurkan.
“Semua bantuan ini akan disalurkan untuk petani di Siantan Hilir dan Siantan Hulu dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya. Bantuan tersebut terdiri dari 150 lembar shading net, 540 kilogram benih sayuran, serta 1,5 ton pupuk NPK.
Selain bantuan fisik, Yamin juga menekankan pentingnya pendampingan teknis.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar digunakan sesuai kebutuhan petani. Dengan begitu, lahan yang rusak dapat kembali produktif, dan petani bisa segera bangkit dari kerugian akibat bencana,” imbuhnya.
Diharapkan, dengan pendampingan ini, pemulihan lahan bisa lebih efektif dan petani dapat memanfaatkan bantuan secara tepat guna.
Kepala Bidang Pertanian DPPP Kota Pontianak, Kanti Apriani, menjelaskan bahwa pendataan lanjutan sedang dilakukan untuk menghitung nilai kerugian secara pasti.
“Kerusakan yang ditimbulkan memang cukup besar. Banyak tanaman siap panen akhirnya rusak diterpa angin,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi dasar kebijakan pemerintah selanjutnya, baik dalam penyaluran bantuan maupun program pemulihan.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Budikdamber ke 30 Posyandu
Menurut Kanti, total lahan yang rusak akibat bencana puting beliung ini mencapai sekitar 114 hektare, yang sebagian besar adalah lahan sayuran, sumber penghidupan utama bagi petani di kawasan Pontianak Utara.
“Pendataan ini penting agar pemerintah bisa menyalurkan bantuan secara tepat dan menyusun program pemulihan yang sesuai kebutuhan petani.” pungkasnya.
(*Red/Kominfo)
















