Kritik utama yang dilontarkan adalah fakta bahwa masih banyak sekolah di berbagai daerah di Indonesia yang belum memiliki fasilitas dasar seperti aliran listrik.
Warganet berpendapat, membagikan Smart TV ke sekolah yang bahkan belum teraliri listrik adalah sebuah rencana yang absurd dan bukan prioritas utama.
Diskusi di media sosial menyoroti adanya kesenjangan infrastruktur yang seharusnya lebih dulu diselesaikan oleh pemerintah sebelum menerapkan program berbasis teknologi.
Akibat perdebatan ini, “Smart TV” menjadi salah satu topik paling ramai dibicarakan di X, dengan ribuan unggahan yang mempertanyakan efektivitas dan urgensi dari rencana tersebut.
Baca Juga: Pernyataan Fadli Zon Disebut Lukai Kembali Korban Tragedi Perkosaan Massal 1998
(*Mira)
















