Ia merasa belum mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian negara dan kesejahteraan para petani Indonesia.
“Kami sampai hari ini belum dapat memberikan kontribusi yang nyata dan langsung kepada ekonomi negara maupun kontribusi kami dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” ujar Joao.
Dengan berat hati, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya petani, serta kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberinya mandat untuk memimpin Agrinas Pangan Nusantara.
“Oleh karena itu, kami dengan sangat menyesal mohon maaf kepada seluruh warga negara, khususnya kepada petani, kepada negara, dan Presiden yang sudah menunjuk kami untuk mengemban jabatan ini. Jadi, perkenankan saya menyampaikan pengunduran diri saya dan izinkan saya untuk meminta maaf,” katanya.
Lebih jauh, Joao menyoroti tantangan besar yang dihadapinya, yaitu minimnya dukungan dari para pemangku kepentingan untuk mencapai target swasembada pangan.
Ia secara gamblang menyebut bahwa anggaran untuk Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara mundur dan timnya hingga saat ini masih nol.
“Keseriusan Presiden dalam mendukung dan menggerakkan segala upaya untuk membuka kedaulatan pangan ini tidak didukung sepenuhnya oleh stakeholder atau para pembantu-pembantunya,” ucapnya.
“Sehingga kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk bisa membuat langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan, termasuk dukungan anggaran. Sampai hari ini Agrinas Pangan Nusantara masih nol,” tambahnya.
(*Red)
















