Kemensos Salurkan Bantuan Sosial untuk Budaya dan UMKM di Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan sosial dari Kemensos berupa uang tunai Rp50 juta kepada Kelompok Pecinta Seni Gerak dan Tari 'Penigari'. Foto: HO/Faktakalbar.id
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan sosial dari Kemensos berupa uang tunai Rp50 juta kepada Kelompok Pecinta Seni Gerak dan Tari 'Penigari'. Foto: HO/Faktakalbar.id

“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Kemensos yang telah memberikan bantuan sosial bagi masyarakat Kota Pontianak. Kota ini masih memiliki tantangan sosial yang memerlukan kolaborasi semua pihak,” tambahnya.

Menurutnya, Pemkot Pontianak telah menjalankan berbagai program sosial, seperti BPNT yang menjangkau sekitar 14 ribu keluarga, dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencakup 7 hingga 9 ribu penerima.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Tegaskan Komitmen Jalankan SPMB 2025 Secara Transparan dan Adil

Namun, sebagian masyarakat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) masih belum terjangkau, sehingga dibantu melalui APBD.

Selain bansos, Pemkot juga mengedepankan program pembangunan infrastruktur dasar dan bedah rumah.

Hingga kini, lebih dari 14 ribu rumah tidak layak huni telah direnovasi, termasuk pembangunan WC dan sanitasi layak.

Edi juga mendorong pemberdayaan UMKM melalui pembangunan UMKM Center dan Rumah Kemasan.

Pemkot pun bekerja sama dengan sektor perbankan dan kementerian lain untuk mendukung pelaku usaha kecil.

“Kita bermitra dengan dunia usaha dan kementerian lain untuk mendukung pembiayaan serta pembinaan UMKM,” sebut Edi.

Ia berharap kerja sama dengan Kemensos terus ditingkatkan, termasuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat di lahan 5,1 hektare di Pontianak Utara.

Proyek ini diharapkan masuk dalam 100 program prioritas nasional.

Baca Juga: Pontianak Raih Penghargaan Nasional atas Upaya Pelestarian Bahasa Daerah

Sebagai ibu kota Kalimantan Barat, Pontianak menghadapi tantangan besar, termasuk urbanisasi dan tingkat pengangguran terbuka yang masih tinggi.

“Kita akan terus validasi data, kolaborasi dengan pemerintah pusat, dan menjalankan program penguatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Edi.

(*Red/Prokopim)