BNPB Catat Longsor dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah

Kerusakan parah pada rumah warga akibat angin puting beliung di Desa Padang Kalua, Luwu, Sulawesi Selatan, 22 Juni 2025. (Foto: BPBD Kabupaten Luwu)
Kerusakan parah pada rumah warga akibat angin puting beliung di Desa Padang Kalua, Luwu, Sulawesi Selatan, 22 Juni 2025. (Foto: BPBD Kabupaten Luwu)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Sejumlah bencana hidrometeorologi basah dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia hingga Senin pagi (23/06/2025), meskipun saat ini telah memasuki musim kemarau.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian tanah longsor dan angin kencang di wilayah Indonesia bagian timur.

Pada Minggu (22/06), angin puting beliung menerjang Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Banjir di Sulawesi Tengah dan Banten, Letusan Gunung Lewotobi serta Karhutla Aceh

Peristiwa ini terjadi pascahujan lebat dan menyebabkan enam rumah rusak berat serta tujuh kepala keluarga terdampak.

BPBD Kabupaten Luwu langsung melakukan koordinasi dan asesmen di lapangan.

Sementara itu, Sabtu (21/06), hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsor di beberapa titik di Kota Ternate, Maluku Utara.

Lokasi terdampak mencakup Kelurahan Sasa, Gambesi, Tabona (Kecamatan Ternate Selatan), dan Kelurahan Tanah Masjid (Kecamatan Ternate Tengah).

Akibat longsor di Ternate, sebanyak 12 kepala keluarga mengungsi.

Empat kepala keluarga sempat mengungsi ke Kantor Basarnas, sementara delapan lainnya mengungsi mandiri ke rumah kerabat. Seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing pada Minggu (22/06).

Kerugian materil yang tercatat meliputi satu rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, satu rumah rusak ringan, serta tiga talud pengaman sungai rusak berat.

Baca Juga: BNPB Catat Banjir dan Gempa di Sulawesi, Masyarakat Diminta Siaga

Peristiwa longsor juga terjadi di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (21/06).

Tujuh warga dilaporkan hilang setelah tertimbun longsoran saat berteduh di sebuah gubuk.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian. Tim Penanganan Darurat BNPB juga telah bergerak ke lokasi sejak Senin pagi (23/06) untuk pendampingan langsung.

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Saipolo, Kecamatan Cempa, Jumat (20/06).

Sebanyak 10 kepala keluarga atau 32 jiwa terdampak. BPBD mencatat tujuh rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan.

Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara dua keluarga lainnya tinggal sementara di tenda darurat BPBD. Warga dan tim gabungan bergotong royong membersihkan puing dan memindahkan barang dari rumah yang roboh.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, meskipun memasuki musim kemarau. Langkah pencegahan seperti membersihkan saluran air, memeriksa atap rumah, memangkas pohon rawan tumbang, dan menyusun rencana evakuasi keluarga sangat dianjurkan.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi cuaca dari otoritas resmi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. (fd)