“Walaupun belum menjadi nomor satu, kita patut bersyukur karena hari ini kita bisa panen bersama. Ini bukti bahwa jagung punya masa depan di Sambas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Satono mengungkapkan bahwa Kabupaten Sambas tengah menjajaki peluang ekspor hasil jagung ke Malaysia.
Menurutnya, sudah ada permintaan dari negeri jiran tersebut dan pihaknya siap menindaklanjuti kerja sama dagang tersebut.
“Kita akan mulai membuka jalur ekspor ke Malaysia karena sudah ada permintaan. Ini menjadi peluang besar bagi petani kita untuk meningkatkan kesejahteraannya,” jelas Satono.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya jajaran Polres Sambas yang aktif mendorong penguatan sektor pertanian di daerah perbatasan ini.
(DNS)
















