Ini Parah Nih !, Mantan Wali Kota Terlibat Perampokan

M. Samanhudi Anwar Mantan Wali Kota Blitar (tengah) saat dibawa ke Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (27/1). (foto:suarasurabaya.net)

 

*Perampokan Justru di Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Surabaya- M. Samanhudi Anwar Mantan Wali Kota Blitar menjadi satu diantara dugaan di balik perampokan Rumah Dinas Santoso Wali Kota Blitar yang saat ini sedang mengajukan, pada Senin (12/12) lalu.Demikian seperti dikutip dari suarasurabaya.net.

Hal itu disampaikan oleh Irjen Pol Toni Harmanto Kapolda Jawa Timur bahwa pelaku ditetapkan setelah Tim Jatanras melakukan berbagai pendalaman dan penyelidikan. “Kita tegaskan dengan fakta, bukti-bukti, dan fakta hukum yang kita peroleh dan kita yakini sehingga kita memastikan yang bersangkutan sebagai sasaran pencurian dan kekerasan di runah dinas,” jelas Toni di Mapolda Jatim, Jumat (27/1).

Toni memastikan bahwa Samanhudi dan sejumlah tersangka bertemu di salah satu lap di Jawa Tengah. Di lapas tersebut, Samanhudi memberikan informasi tentang keberadaan tempat penyimpanan uang dan waktu yang tepat untuk melakukan aksi.

Dalam kasus ini, Samanhudi dijerat Pasal 56 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan di mana Samanhudi ditetapkan sebagai pelaku yang turut membantu. Sementara itu Kombes Pol Totok Suharyanto Dirreskrimum Polda Jatim menjelaskan pertemuan Samanhudi dan beberapa tersangka terjadi pada Agustus 2020 – Februari 2021. “Karena keterlibatan dalam memberi bantuan, S terancam hukuman 12 tahun penjara,” ucap Totok.

Samanhudi yang ditangkap di Blitar baru sampai ke Mapolda sekitar pukul 15.00 sore. Saat ditanya apakah ada motif balas dendam, dia mengelak. “Opo (apa), saya tidak tahu saya tidak tahu. Sopo sing (siapa yang) balas dendam,” kata Samanhudi kepada awak media.

Sebagai informasi, pada Senin (12/12/) lalu rumah dinas Santoso Wali Kota Blitar dirampok sekelompok orang yang tidak dikenal. Pelaku sempat menyekap Santoso beserta istri dengan cara kedinginan dan dilakban. Posisi Wali kota Blitar disekap di dalam kamar yang berada di rumah dinas. Akibat kejadian itu, pelaku perampokan berhasil membawa sejumlah perhiasan dan uang senilai 400 juta rupiah.(rfk/ss)