Kubu Raya, Kalbar – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berkobar di Kecamatan Batu Ampar, tepatnya Dusun Sungai Masjid, Desa Madan Mas Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (18/1).
Kondisi dimana sumber air yang kurang dan jauhnya lokasi tidak mematahkan semangat Kepolisian Sektor Batu Ampar bersama Kades dan memadamkan api tersebut. Lokasi terdektesi melalui aplikasi Lancang kuning dengan titik koordinat -0.43”21,967″ S109°16’21,19″ E 253°W l, bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Kapolsek Batu Ampar dan personilnya meluncur ke lokasi tersebut untuk memadamkannya dengan segala cara. hal ini bertujuan agar tidak semakin meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah
Meski bertahap kobaran api dapat dipadamkan, dan berharap angin tidak bertiup kencang yang dapat mengakibatkan api muncul kembali.
” Kodisi sangat tidak menguntungkan dimana sumber air mengering dan loaksi sangat jauh dan susah mendapatkan air, kami bersama MPA melakukan pemadaman Karhutla dengan alat seadanya, api kita pukul dengan menggunakan ranting dan tanah yang lembab mengandung air kami uruk diatas bara api dan membawa air dengan menggunakan ember dengan jarak kurang lebih 2 KM, kami usahakan yang terbaik agar api tidak meluas, sesuai dengan perintah Kapolres Kubu Raya AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K,” jelas Kapolsek Batu Ampar Ipda Freddy.SP, S.H., M.H di lokasi melalui pesan wa.
” Lahan yang terbakar kurang lebih seluas 2 Ha dan sampai saat ini kami masih mencari asal usul api dilahan gambut ini serta mencari informasi pemilik lahan,” sambungnya.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aipda Ade menegaskan, Dengan terjadinya peristiwa tersebut, Polres Kubu Raya Memohon kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya agar tidak membakar hutan dalam membuka lahan bercocok tanam.
Ade pun mengatakan ” Kapolres dalam hal ini memerintakan kepada seluruh Kapolsek Jajaran Polres Kubu Raya untuk melakukan koordinasi secara intensif kepada jajaran Muspika Kabupaten Kubu Raya dalam melakukan monitoring titik hotspot dengan menggunakan aplikasi yang sudah ada,yakni Aplikasi Lancang Kuning dan Lapan agar dapat bersama meminimalisir terjadinya karhutla di wilayahnya masing masing,” pungkas Ade. (rfk/humasres kr)










