Virus Zika Ditemukan di Bali, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
CDC mengeluarkan Travel Health Notice terkait Zika di Indonesia dan Bali. Kenali gejala Zika, risiko bagi ibu hamil, serta cara mencegahnya.
Faktakalbar.id - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan pemberitahuan kesehatan perjalanan terkait virus Zika di Indonesia. Dalam pemberitahuan tersebut, CDC menyebut adanya kasus Zika pada pelancong yang kembali dari Bali dan meminta wisatawan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus tersebut.
CDC menetapkan risiko Zika di Indonesia, termasuk Bali, dalam Level 2: Practice Enhanced Precautions atau meningkatkan tindakan pencegahan. Wisatawan yang berada di Bali dianjurkan melindungi diri dari gigitan nyamuk serta memperhatikan risiko penularan melalui hubungan seksual.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Bali menyatakan bahwa berdasarkan data surveilans dari kabupaten/kota dan rumah sakit di Bali, belum ditemukan kasus Zika yang terkonfirmasi di wilayah tersebut.
Apa Itu Virus Zika?
Zika merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Zika dan terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk tersebut juga dapat menularkan penyakit seperti dengue dan chikungunya.
Selain melalui gigitan nyamuk, Zika juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin dan melalui hubungan seksual. Karena itu, kewaspadaan terutama penting bagi ibu hamil atau perempuan yang sedang merencanakan kehamilan.
Kenali Gejala Zika
Sebagian besar orang yang terinfeksi Zika tidak mengalami gejala. Jika gejala muncul, biasanya bersifat ringan dan dapat berlangsung sekitar 2–7 hari.
Beberapa gejala yang perlu dikenali antara lain:
- Demam
- Ruam pada kulit
- Mata merah atau konjungtivitis
- Nyeri sendi
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Badan terasa tidak enak
Gejala umumnya muncul sekitar 3–14 hari setelah terinfeksi. Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain yang ditularkan nyamuk, diagnosis Zika memerlukan pemeriksaan laboratorium.
Mengapa Zika Perlu Diwaspadai Ibu Hamil?
Zika menjadi perhatian khusus karena infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi, termasuk mikrosefali dan gangguan perkembangan lainnya. Infeksi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
CDC karena itu menyarankan perempuan hamil untuk menghindari perjalanan ke Bali. Jika perjalanan tidak dapat dihindari, tindakan pencegahan terhadap gigitan nyamuk perlu dilakukan secara ketat.
Cara Mencegah Infeksi Zika
Karena belum tersedia vaksin untuk mencegah Zika, perlindungan terhadap gigitan nyamuk menjadi langkah utama.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Gunakan obat antinyamuk
Gunakan repelan yang mengandung bahan aktif seperti DEET, picaridin/icaridin, IR3535, atau bahan lain yang direkomendasikan, sesuai petunjuk pada kemasan.
2. Gunakan pakaian yang menutup kulit
Pilih pakaian yang menutupi lengan dan kaki, terutama ketika berada di wilayah dengan banyak nyamuk.
3. Gunakan kasa atau kelambu
Pastikan jendela dan pintu memiliki pelindung untuk mencegah nyamuk masuk. Kelambu juga dapat digunakan ketika tidur, termasuk pada siang hari karena nyamuk Aedes aktif menggigit pada siang hingga sore hari.
4. Jangan biarkan air tergenang
Bersihkan atau tutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti ember, pot bunga, ban bekas, dan tempat penampungan air.
5. Perhatikan penularan melalui hubungan seksual
Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual. CDC menganjurkan wisatawan ke Bali memperhatikan langkah pencegahan penularan seksual selama dan setelah perjalanan.
Jika Mengalami Gejala Setelah dari Bali
Wisatawan yang mengalami demam, ruam, mata merah, sakit kepala, atau nyeri sendi maupun otot selama atau setelah bepergian ke Bali sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan menyampaikan riwayat perjalanannya.
Hal ini penting karena gejala Zika dapat menyerupai penyakit lain. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab keluhan dan memastikan penanganan yang tepat.
Tidak Perlu Panik, tetapi Tetap Waspada
Adanya pemberitahuan CDC bukan berarti seluruh Bali sedang mengalami wabah Zika. Status tersebut menunjukkan bahwa terdapat risiko yang perlu diperhatikan wisatawan, sementara Dinkes Bali menyatakan belum menemukan kasus Zika yang terkonfirmasi berdasarkan surveilans mereka.
Masyarakat dan wisatawan dapat mengurangi risiko dengan menerapkan perlindungan terhadap gigitan nyamuk, terutama bagi ibu hamil dan orang yang sedang merencanakan kehamilan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.