Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga, Kemenkes Minta Puskesmas Siapkan Rumah Oksigen
Faktakalbar.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), disertai alat konsentrator oksigen dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
Faktakalbar.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), disertai alat konsentrator oksigen dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan dampak kesehatan akibat asap karhutla di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," kata Budi di Jakarta, Senin.
Menurut Budi, penyaluran kebutuhan kesehatan di wilayah yang terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
Selain masker dan obat-obatan, Kemenkes juga menyiapkan Oxygen Concentrator (OC) atau alat konsentrator oksigen serta memperluas layanan rumah oksigen.
Layanan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan selama kondisi udara terdampak asap kebakaran.
Kemenkes juga mengerahkan kembali tim Pusat Krisis Kesehatan untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat.
Tim tersebut bertugas memantau distribusi bantuan, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
"Tim juga turun langsung untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga agar penanganan dapat berjalan efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan daerah," kata Budi.
Penanganan dampak kesehatan karhutla juga dibahas dalam rapat koordinasi bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10).
Dalam rapat itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menekankan pentingnya respons darurat yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak karhutla," ujar Sugiono.
Rapat tersebut melibatkan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis Kemenkes dari tujuh wilayah terdampak.
Wilayah yang dibahas meliputi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Koordinasi harian itu ditujukan untuk memetakan kondisi lapangan dan memastikan bantuan medis dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.