Anak, Ibu Hamil, dan Lansia Jadi Prioritas Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Karhutla
Faktakalbar.id - Anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia menjadi kelompok prioritas dalam layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.
Faktakalbar.id - Anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia menjadi kelompok prioritas dalam layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat menyiapkan layanan posyandu dari rumah ke rumah.
Layanan tersebut ditujukan untuk menjaga akses kesehatan bagi kelompok rentan ketika masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah akibat asap.
Budi mengatakan puskesmas di wilayah terdampak juga diwajibkan membuka layanan rumah oksigen dan memastikan ketersediaan obat-obatan, terutama untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," kata Budi.
Selain warga, tenaga kesehatan juga diminta memberikan pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan layanan medis saat bertugas di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian dari penanganan dampak kesehatan karhutla yang tidak hanya menyasar masyarakat di permukiman, tetapi juga petugas yang terlibat dalam pemadaman.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Kemenkes mengerahkan kembali tim Pusat Krisis Kesehatan guna memantau kondisi masyarakat dan kebutuhan layanan di daerah.
Tim itu berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat, termasuk memantau distribusi bantuan medis dan operasional rumah oksigen.
"Tim juga turun langsung untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga agar penanganan dapat berjalan efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan daerah," kata Budi.
Kemenkes juga menyiapkan tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak, konsentrator oksigen, serta obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
Penanganan kesehatan akibat karhutla turut dibahas dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Sabtu (17/10).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menekankan perlunya respons darurat yang terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak karhutla," ujar Sugiono.
Koordinasi itu melibatkan perwakilan dinas kesehatan, kepala puskesmas, dan kepala unit pelaksana teknis Kemenkes dari tujuh wilayah terdampak, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Pertemuan harian tersebut membahas pemetaan kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan medis agar sesuai kebutuhan di lapangan.
Ketersediaan layanan kesehatan bagi kelompok rentan dan petugas pemadam menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan selama penanganan karhutla berlangsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.