Dokter Paru Minta Pemda Bagikan Masker N95 dan Tambah Stok Oksigen di Wilayah Terdampak Asap Karhutla
Faktakalbar.id - Dokter spesialis paru Erlina Burhan meminta pemerintah daerah memperkuat perlindungan kesehatan warga yang terdampak kabut asap karhutla melalui pembagian masker N95 atau KN95, layanan kesehatan keliling, dan penambahan stok oksigen medis.
Faktakalbar.id - Dokter spesialis paru Erlina Burhan meminta pemerintah daerah memperkuat perlindungan kesehatan warga yang terdampak kabut asap karhutla melalui pembagian masker N95 atau KN95, layanan kesehatan keliling, dan penambahan stok oksigen medis.
Menurut Erlina, langkah tersebut diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan.
Ia menilai pemerintah daerah perlu mendatangi langsung warga terdampak agar kelompok yang membutuhkan dapat memperoleh perlindungan dan pertolongan medis.
“Untuk pemda mungkin membagi-bagikan masker N95 atau KN95, bukan masker medis atau masker bedah. Juga aktifkan puskesmas keliling, mendatangi jemput bola kepada masyarakat yang terdampak untuk segera diberikan perlindungan, diberikan pertolongan,” katanya.
Erlina juga mengingatkan bahwa bahaya kabut asap tidak terbatas pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Asap karhutla dapat mengandung karbon monoksida (CO), gas yang mengganggu kemampuan darah mengangkut oksigen ke jaringan tubuh.
Paparan gas tersebut dapat menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen, yang dalam kondisi berat berpotensi mengganggu fungsi organ.
“Tetapi kalau, saya katakan lagi, kalau ini terus-terusan tidak ada perbaikan itu bukan balita pun, bukan lansia pun, bukan orang asma pun. Orang sehat pun lama-kelamaan akan sakit juga,” kata Erlina, Rabu (14/10/2026).
Ia menegaskan paparan asap berkepanjangan juga dapat membahayakan orang yang sebelumnya tidak memiliki gangguan kesehatan.
“Dengan ini kemudian orang menjadi lemas bahkan gagal organ dan ini berbahaya untuk selanjutnya,” tegas guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.
Selain membagikan masker dan mengaktifkan puskesmas keliling, Erlina meminta pemerintah daerah menyiapkan pasokan oksigen medis untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan.
Persiapan tersebut dinilai penting agar fasilitas kesehatan memiliki dukungan yang memadai ketika jumlah warga yang membutuhkan pertolongan meningkat.
“Saya enggak nakut-nakuti, tapi pada orang tertentu ini bisa menimbulkan kematian,” ujarnya.
Di tengah kondisi kabut asap, penggunaan masker N95 atau KN95 dapat membantu menyaring partikel halus jika digunakan dengan benar dan terpasang rapat.
Namun, masker jenis tersebut tidak dirancang untuk melindungi pemakainya dari karbon monoksida, sehingga pengurangan paparan dan penanganan medis tetap diperlukan.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan atau gejala yang diduga berkaitan dengan paparan asap diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Penanganan kabut asap membutuhkan langkah perlindungan masyarakat dan kesiapan layanan kesehatan, terutama ketika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.