Usut Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, KPK Panggil Direktur hingga Pejabat Pembuat Komitmen
Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil empat pegawai Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana, Rabu (28/10/2026).
Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil empat pegawai Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana, Rabu (28/10/2026).
Pemeriksaan saksi ini dilakukan penyidik untuk mendalami alokasi serta penggunaan dana kedaruratan di lembaga tersebut.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo mengonfirmasi jadwal pemeriksaan terhadap para saksi pejabat instansi penanggulangan bencana tersebut.
"KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi atas nama KM selaku aparatur sipil negara BNPB, AR selaku Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, serta YS dan PH selaku Analis Kebencanaan Ahli Madya sekaligus pejabat pembuat komitmen DSP BNPB," kata Budi Prasetyo.
Keempat saksi tersebut diagendakan menjalani pemeriksaan secara langsung di Gedung Merah Putih komisi antirasuah Jakarta.
Sehari sebelumnya penyidik juga memanggil tujuh saksi lain termasuk Sekretaris Utama BNPB berinisial Rus serta sejumlah kepala biro.
Satu saksi unsur tenaga ahli berinisial AM yang merupakan purnawirawan TNI tercatat tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan petugas.
Penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana bencana ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan pertengahan Oktober lalu.
Dalam penindakan tersebut penyidik telah menetapkan lima orang sebagai tersangka yang terdiri dari unsur pejabat teknis serta pihak swasta.
Barang bukti senilai Rp5,47 miliar dalam bentuk uang tunai, kepingan emas, serta aset kripto telah disita oleh penyidik.
Tim penyidik juga sudah melancarkan tindakan penggeledahan di ruang kerja Kepala BNPB serta sejumlah area kantor terkait.
Proses pengumpulan bukti serta penyitaan barang aset kejahatan terus dimaksimalkan guna memperkuat dakwaan kasus perkara di pengadilan.
Komisi antirasuah memastikan pemeriksaan saksi-saksi akan terus berlanjut untuk membongkar tuntas skandal penyalahgunaan dana kebencanaan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.