Ubi Bombing Jadi Cara Baru Padamkan Karhutla, Begini Metodenya
Presiden Prabowo mendorong pengembangan ubi bombing berbahan dasar ubi atau singkong sebagai alternatif pemadaman karhutla. Metode ini masih dalam tahap pengujian.
Faktakalbar.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan metode pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbahan dasar ubi atau singkong yang kemudian disebut sebagai “ubi bombing”.
Gagasan tersebut muncul saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Presiden meminta inovasi tersebut segera dikembangkan dan diuji dalam skala lebih besar sebagai alternatif untuk membantu mempercepat pemadaman api.
Berbahan Dasar Tepung Ubi atau Singkong
Berbeda dengan water bombing yang menggunakan air dari helikopter, ubi bombing memanfaatkan bahan pemadam berbentuk seperti gel yang dibuat dari bahan dasar tepung ubi atau singkong.
Inovasi tersebut awalnya diperagakan oleh Babinsa di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Bentuk alatnya disebut menyerupai alat pemadam api ringan (APAR), tetapi material pemadam yang digunakan berbentuk seperti jeli.
Bahan tersebut disebut memiliki potensi untuk membantu memadamkan api pada tahap awal sekaligus menghambat penyebaran api dengan memutus unsur yang mendukung proses pembakaran.
Prabowo Minta Diproduksi dalam Skala Besar
Prabowo menyambut positif inovasi tersebut dan meminta agar produksinya ditingkatkan. Pemerintah juga diminta menyiapkan kebutuhan anggaran untuk mendukung proses riset, produksi, hingga pengujian efektivitasnya.
“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar,” kata Prabowo dalam rapat tersebut.
Presiden kemudian menyebutnya sebagai “ubi bombing”, sebagai perbandingan dengan metode water bombing yang selama ini digunakan untuk menangani karhutla dari udara.
Penggunaan Masih Terbatas
Meski sudah diuji, penggunaan ubi bombing saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum digunakan secara luas.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan penerapannya masih terbatas karena dibutuhkan media dan sarana pendukung agar bahan tersebut dapat digunakan secara efektif di lapangan.
Karena itu, efektivitas ubi bombing dalam menangani kebakaran berskala besar masih perlu melalui pengujian dan pengembangan lebih lanjut.
Alternatif di Tengah Karhutla Sumsel
Inovasi ini muncul ketika Sumatera Selatan masih menghadapi ancaman karhutla. Hingga 23 Agustus 2026, pemerintah daerah mencatat luas lahan terbakar mencapai sekitar 1.926 hektare, sementara ribuan titik panas terdeteksi di berbagai wilayah.
Selain pemadaman darat, pemerintah selama ini juga mengandalkan water bombing menggunakan helikopter. Pengembangan metode baru diharapkan dapat menambah pilihan teknologi untuk menangani titik api yang sulit dijangkau.
Pemerintah juga meminta BNPB dan BRIN mengkaji berbagai bahan pemadam alternatif yang dapat digunakan secara praktis oleh petugas di lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.