faktakalbar

Kemenpar Sebut Sektor Pariwisata Makin Tangguh dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kemenpar menyebut sektor pariwisata Indonesia tumbuh positif selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan peningkatan kunjungan wisatawan, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Penulis: Clara Tuesday, 20 October 2026 📖 3 menit
Kemenpar Sebut Sektor Pariwisata Makin Tangguh dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kemenpar menyebut sektor pariwisata Indonesia tumbuh positif selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan peningkatan kunjungan wisatawan, investasi, dan penyerapan tenaga kerja. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kementerian Pariwisata menyebut sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pertumbuhan tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pembangunan pariwisata kini tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada dampaknya terhadap perekonomian masyarakat dan pemerataan manfaat di berbagai daerah.

Dalam laporan capaian dua tahun sektor pariwisata yang disampaikan pada Selasa (20/10/2026), Widiyanti menyebut tren pertumbuhan yang terjadi pada 2025 berlanjut hingga 2026.

Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat

Kementerian Pariwisata mencatat Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun 2024 dan melampaui target nasional yang berada pada kisaran 14–15 juta kunjungan.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peran perjalanan domestik dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Tren positif berlanjut hingga Agustus 2026. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 842,15 juta perjalanan, meningkat 4,29 persen secara tahunan berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pariwisata.

Peningkatan tersebut dinilai membuka peluang bagi berbagai sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Destinasi Wisata di Daerah Ikut Berkembang

Kementerian Pariwisata juga menyoroti pertumbuhan kunjungan di sejumlah destinasi di luar Bali dan kota-kota besar.

Pada triwulan I 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Manado-Likupang meningkat 60,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, kawasan Danau Toba mencatat pertumbuhan sebesar 33,40 persen.

Dari sisi wisatawan nusantara, Danau Toba mencatat pertumbuhan perjalanan sebesar 106,68 persen pada periode 2025–2026 berdasarkan data kementerian. Kawasan Lombok-Gili Tramena juga mencatat pertumbuhan sebesar 75,45 persen.

Pemerataan kunjungan menjadi salah satu perhatian pemerintah karena aktivitas wisata dapat menciptakan peluang pendapatan bagi masyarakat setempat. Pelaku usaha penginapan, kuliner, transportasi lokal, dan penyedia jasa wisata menjadi bagian dari ekosistem yang berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan kunjungan.

Pengeluaran Wisatawan dan Investasi Meningkat

Selain jumlah kunjungan, Kementerian Pariwisata menyoroti peningkatan pengeluaran wisatawan mancanegara. Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat sebesar 1.313 dolar AS per kedatangan, meningkat 6,36 persen dibandingkan periode pembanding yang digunakan kementerian.

Pengeluaran tersebut mencakup kebutuhan akomodasi, makanan dan minuman, cendera mata, hiburan, serta paket perjalanan lokal.

Di sisi investasi, sektor pariwisata mencatat nilai investasi sebesar Rp73,56 triliun sepanjang 2025. Pada semester I 2026, investasi yang masuk ke sektor ini mencapai Rp39,68 triliun.

Kementerian juga mencatat investasi sebesar Rp1,4 triliun di enam Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata selama semester I 2026. Investasi tersebut dilaporkan menciptakan 1.858 lapangan kerja baru.

Sektor Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja

Kementerian Pariwisata menyebut sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir menurut laporan kementerian.

Penyerapan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai bidang, seperti hotel, restoran, biro perjalanan, destinasi wisata, transportasi, penyelenggaraan acara, serta usaha ekonomi lain yang tumbuh seiring aktivitas wisata.

Selain membuka lapangan kerja, pemerintah mendorong penataan ekosistem usaha pariwisata agar persaingan lebih sehat dan wisatawan memperoleh layanan yang lebih baik.

Hingga 23 September 2026, kementerian mencatat 113.692 unit usaha akomodasi jangka pendek telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah itu bertambah 44.852 unit dibandingkan 31 Maret 2025, atau meningkat 65,2 persen.

Tantangan Pengembangan Pariwisata Masih Ada

Meski sejumlah indikator menunjukkan pertumbuhan, peningkatan jumlah kunjungan belum dengan sendirinya menjamin seluruh daerah memperoleh manfaat ekonomi secara merata.

Pengembangan pariwisata tetap membutuhkan dukungan infrastruktur, kebersihan, keamanan, kualitas layanan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kesiapan masyarakat dan pelaku usaha lokal juga penting agar pertumbuhan kunjungan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Kementerian Pariwisata menyatakan akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor, memperkuat daya saing destinasi, dan meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian masyarakat.

Capaian dua tahun pemerintahan tersebut menjadi gambaran perkembangan sektor pariwisata berdasarkan indikator yang dipaparkan kementerian. Ke depan, pemerataan manfaat dan kualitas pengelolaan destinasi tetap menjadi aspek penting untuk menjaga pertumbuhan sektor ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK