Malaysia Akan Kirim Tiga Pesawat untuk Bantu Tangani Karhutla
Malaysia menyiapkan bantuan satu pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, dan puluhan personel untuk membantu Indonesia menangani karhutla. Pengerahan bantuan masih dikoordinasikan.
Faktakalbar.id - Malaysia menyiapkan bantuan udara dan personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Bantuan tersebut mencakup satu pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, serta puluhan personel.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah merespons tawaran bantuan dari negara tetangga tersebut. Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026), dan diberitakan detikNews pada Selasa (20/10/2026).
Dudung mengatakan Malaysia akan memberikan bantuan berupa tiga pesawat dan 52 personel. Ia juga menyebut Indonesia terbuka terhadap bantuan dari negara lain untuk memperkuat penanganan karhutla.
Menurut Dudung, Indonesia saat ini telah mengerahkan puluhan pesawat dan puluhan ribu personel untuk menangani kebakaran. Namun, upaya pemadaman masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah dengan lahan gambut yang sulit dipadamkan.
Bantuan Malaysia Masih Memerlukan Koordinasi Teknis
Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi sebelumnya menyampaikan bahwa negaranya menawarkan satu pesawat pemadam kebakaran Bombardier CL-415MP, tiga helikopter, serta sekitar 50 personel untuk membantu Indonesia.
Pengerahan bantuan tersebut masih bergantung pada koordinasi dan persetujuan teknis dari pemerintah Indonesia. Persiapan diperlukan agar operasional pesawat dan personel dapat berjalan efektif, termasuk terkait kebutuhan bahan bakar, logistik, serta penentuan wilayah operasi.
Pemerintah Indonesia juga perlu memastikan bantuan dari luar negeri dapat melengkapi upaya pemadaman yang telah berjalan di dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan menerima tawaran bantuan dari negara sahabat untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Pembahasan mengenai mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi antarlembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Singapura Juga Menawarkan Bantuan
Selain Malaysia, Singapura juga menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia menangani karhutla. Menurut Dudung, tawaran tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan Kepala BNPB.
Kerja sama regional menjadi penting karena dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan oleh Indonesia. Asap dari kebakaran dapat menyebar melintasi batas negara dan mengganggu kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Malaysia sebelumnya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan kabut asap yang berdampak pada negara-negara tetangga.
Indonesia Kerahkan Puluhan Ribu Personel
Di dalam negeri, pemerintah terus menjalankan upaya penanganan karhutla melalui pengerahan personel dan sarana udara. Dudung menyebut Indonesia telah menyiapkan sekitar 47 pesawat dan 60 ribu personel untuk mendukung operasi penanganan kebakaran.
Pemerintah juga menekankan bahwa pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan hujan. Penanganan harus dilakukan melalui langkah langsung di lapangan, terutama di kawasan gambut yang berpotensi menyimpan titik api di bawah permukaan tanah.
Di sisi penegakan hukum, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Senin (19/10/2026) menyampaikan bahwa 98 laporan polisi terkait dugaan karhutla yang melibatkan korporasi telah memasuki tahap penyidikan. Penyidik masih mengumpulkan bukti untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Dengan adanya tawaran bantuan dari Malaysia dan Singapura, pemerintah diharapkan dapat memperkuat penanganan kebakaran sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap masyarakat dan lingkungan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.