faktakalbar

“Rusuh Agustus Jilid II” Kembali Ramai, Warga Diminta Tak Terprovokasi

Isu “Rusuh Agustus Jilid II” kembali ramai di media sosial. Masyarakat diminta tetap waspada, tidak panik, dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Penulis: Clara Tuesday, 25 August 2026 📖 1 menit
“Rusuh Agustus Jilid II” Kembali Ramai, Warga Diminta Tak Terprovokasi
Ilustrasi aktivitas masyarakat di tengah beredarnya isu potensi “Rusuh Agustus Jilid II” di media sosial. Warga diimbau tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. (dok.ist)

 Faktakalbar.id - Isu mengenai potensi “Rusuh Agustus Jilid II” kembali ramai diperbincangkan di ruang publik, khususnya media sosial. Masyarakat diminta tidak panik maupun mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, tetapi tidak langsung mempercayai narasi mengenai potensi kerusuhan yang beredar di media sosial. Ia menilai, sejauh ini narasi tersebut lebih masif beredar di ruang digital dibandingkan dengan indikator nyata mengenai ancaman keamanan di lapangan.

“Jangan takut, tetapi tetap waspada,” ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Narasi Kerusuhan Berulang di Media Sosial

Iwan melihat adanya pola dalam penyebaran isu tersebut. Narasi mengenai potensi kerusuhan disebut muncul berulang kali, kemudian diperkuat melalui berbagai akun di media sosial hingga dapat membentuk persepsi dan emosi publik.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena informasi yang terus diulang dapat membuat masyarakat menganggap sebuah peristiwa seolah-olah pasti akan terjadi.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya, terutama konten yang mengandung provokasi atau ajakan melakukan kekerasan.

Masyarakat Diminta Tetap Beraktivitas Normal

Iwan meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang diterima.

Ia menilai kewaspadaan yang rasional lebih penting daripada kepanikan. Masyarakat disarankan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai atau membagikan informasi mengenai potensi kerusuhan.

Pemerintah dan Aparat Diminta Tetap Waspada

Di sisi lain, pemerintah dan aparat keamanan juga diminta tidak lengah dalam memantau perkembangan situasi, khususnya di ruang digital.

Pemantauan tersebut dinilai perlu dilakukan secara profesional dengan tetap menghormati kebebasan berekspresi dan ketentuan hukum.

Iwan berharap masyarakat tidak membiarkan rumor yang beredar di media sosial memengaruhi kondisi keamanan di dunia nyata.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK