Prabowo Gelar Dua Rapat Ekonomi Beruntun, Ini Sejumlah Isu yang Dibahas
Prabowo mengumpulkan menteri dan pejabat ekonomi di Istana pada 2–3 November 2026. Pembahasan mencakup inflasi, investasi, manufaktur, dan APBN.
Faktakalbar.id - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri dan pejabat bidang ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, selama dua hari berturut-turut, yakni pada Senin (2/11/2026) dan Selasa (3/11/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi nasional, mulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, investasi, hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, serta COO Danantara Dony Oskaria.
Pada hari kedua, pertemuan turut melibatkan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Prabowo Bahas Inflasi hingga Penguatan Manufaktur
Dalam rapat pada Selasa (3/11/2026), Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu indikator yang dibahas adalah inflasi Oktober 2026 yang tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 1,5 hingga 3,5 persen.
Selain inflasi, pemerintah juga mencermati penguatan aktivitas sektor manufaktur. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54 pada Oktober 2026, dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar 52,4.
Menurut Suahasil, peningkatan PMI tersebut menunjukkan adanya ekspektasi kenaikan permintaan. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk mulai mempersiapkan peningkatan produksi dengan menambah pembelian bahan baku dan kebutuhan produksi lainnya.
Arus Modal Asing dan Imbal Hasil SBN Jadi Perhatian
Pertemuan bersama Presiden Prabowo juga membahas perkembangan arus modal asing di pasar keuangan domestik.
Suahasil melaporkan bahwa aliran modal asing masih masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pemerintah turut mencermati perkembangan imbal hasil SBN serta dinamika pasar keuangan global. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain itu, perkembangan pasar saham juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah, terutama di tengah perubahan arus investasi dan kondisi perekonomian internasional.
Pemerintah Kejar Pendapatan Negara Rp600 Triliun Lebih
Dalam rapat tersebut, Suahasil juga melaporkan perkembangan realisasi APBN hingga akhir Oktober 2026.
Ia menyebutkan bahwa realisasi pendapatan dan belanja negara masih berjalan sesuai rencana. Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mengoptimalkan penerimaan dan memastikan anggaran terserap secara efektif dalam dua bulan terakhir tahun ini.
Menurut Suahasil, pemerintah perlu mengumpulkan pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun selama November dan Desember 2026.
Sementara itu, anggaran belanja negara yang masih perlu direalisasikan mencapai sekitar Rp990 triliun.
Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga tetap memperhatikan efisiensi dalam pelaksanaan belanja negara. Percepatan penyerapan anggaran menjelang akhir tahun diperbolehkan, tetapi harus tetap mengikuti tata kelola yang baik dan menghasilkan keluaran sesuai target.
Menteri KKP Laporkan Progres Kampung Nelayan Merah Putih
Pada pertemuan hari kedua, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menyampaikan perkembangan program Kampung Nelayan Merah Putih.
Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 1.269 lokasi sedang dalam tahap pembangunan. Pemerintah menargetkan pembangunan program tersebut mencapai 1.360 lokasi pada 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar 100 lokasi telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Sementara itu, sebagian besar lokasi lainnya masih dalam proses konstruksi.
Trenggono menyebut pembangunan yang masih berlangsung ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga akhir Desember 2026.
Dua hari pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tengah memantau sejumlah indikator ekonomi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program prioritas menjelang penutupan tahun anggaran 2026. Fokus pembahasan mencakup stabilitas harga, aktivitas industri, arus investasi, penerimaan negara, hingga percepatan pembangunan sektor pangan dan kelautan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.