faktakalbar

Penyidik KPK Menyita Empat Unit Mobil Mewah Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan BNPB

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita empat unit mobil mewah milik tersangka kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Penulis: Wati Saturday, 24 October 2026 📖 1 menit
Penyidik KPK Menyita Empat Unit Mobil Mewah Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan BNPB
Barang bukti mobil mewah terkait dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita empat unit mobil mewah milik tersangka kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Tindakan penyitaan aset kendaraan tersebut dilaksanakan oleh tim penyidik di wilayah Jakarta pada Jumat.

Satu unit mobil bermerek BMW disita petugas dari tangan tenaga ahli mantan Kepala BNPB, Richard Erlangga.

“Bahwa pada hari ini Jumat (23/10), Penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit mobil BMW dari tersangka RIC,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo.

Selain itu, penyidik mengamankan tiga unit mobil mewah lainnya dari tersangka Bima Setiawan serta pihak terkait.

Mobil yang disita terdiri dari satu unit merek AION, satu unit BYD Atto 3 Superior, dan satu unit BMW.

“Tiga mobil yang disita yaitu satu merek AION, BYD/Atto 3 Superior, dan BMW,” ujar Budi Prasetyo.

Penyitaan armada mobil tersebut menambah daftar barang bukti yang telah dikumpulkan oleh tim penyidik lembaga antirasuah.

Penyidik KPK akan menganalisis seluruh barang bukti guna memperkuat pembuktian perkara penyelewengan dana bencana tersebut.

Upaya paksa ini merupakan bagian dari pengusutan dugaan konflik kepentingan dalam proyek pengadaan barang dan jasa.

Lembaga antirasuah sebelumnya telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam skandal pengadaan dana siap pakai kebencanaan.

Kelima tersangka tersebut terdiri dari unsur pejabat internal BNPB, tenaga ahli instansi, hingga pihak swasta.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup mengenai praktik suap pengadaan.

Penyelidikan kasus ini terus dikembangkan untuk mengurai keterlibatan para pihak secara utuh dan menyeluruh.

Lembaga antirasuah memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan secara profesional sesuai prosedur hukum.

Pengusutan aliran dana hasil tindak pidana korupsi terus dilakukan melalui penelusuran aset para tersangka.

Seluruh barang bukti sitaan saat ini diamankan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kepentingan penyidikan.

Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan saksi tambahan guna melengkapi berkas perkara kelima tersangka.

Proses hukum ini diharapkan mampu mengembalikan kerugian keuangan negara akibat penyelewengan anggaran bencana.

KPK menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk penyelewengan dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan bencana.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK