faktakalbar

KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Dana BNPB, Sita Uang hingga Tiga Unit Mobil

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang, dokumen, barang bukti elektronik, perhiasan, dan tiga unit mobil dalam penyidikan dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penulis: Wati Wednesday, 21 October 2026 📖 1 menit
KPK Geledah 8 Lokasi Kasus Dana BNPB, Sita Uang hingga Tiga Unit Mobil
KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang dan tiga unit mobil, dalam penggeledahan terkait dugaan korupsi Dana Siap Pakai di lingkungan BNPB. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang, dokumen, barang bukti elektronik, perhiasan, dan tiga unit mobil dalam penyidikan dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penyitaan tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar penggeledahan di delapan lokasi pada 15–19 Oktober 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lokasi yang digeledah mencakup rumah, perkantoran, dan sejumlah tempat lain di Jakarta, Tangerang Selatan, serta Bekasi.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan adalah Kantor BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Barang-barang yang disita selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui asal-usul serta kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Budi mengatakan penyidik juga akan meminta keterangan dari berbagai pihak guna memperjelas perkara dugaan korupsi dana kebencanaan tersebut.

Penyidikan ini turut mengarah pada dugaan keterlibatan anggota TNI aktif, sehingga KPK berkoordinasi dengan Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI).

“Karena memang secara paralel KPK juga berkoordinasi secara intensif dengan Puspom TNI karena memang dalam konstruksi perkara ini ada dugaan keterlibatan oknum TNI aktif, sehingga nanti kita bisa bersama-sama dalam proses penyidikan berikutnya,” kata Budi.

Dugaan keterlibatan personel militer itu juga menjadi perhatian ketika KPK ditanya mengenai kemungkinan memeriksa mantan Kepala BNPB Suharyanto.

“Nanti kita lihat ya, perkembangannya seperti apa,” ujar Budi kepada wartawan pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Budi turut menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai regulasi penanganan perkara yang melibatkan anggota militer melalui peradilan umum.

“Berkaitan dengan regulasi-regulasi termasuk putusan MK, tentunya semuanya juga menjadi pengayaan baik bagi kami di KPK,” katanya.

Meski sejumlah barang telah disita, KPK masih perlu menelusuri hubungan setiap barang bukti dengan dugaan tindak pidana yang diselidiki.

Analisis barang sitaan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait akan menjadi bagian dari proses penyidikan berikutnya.

KPK belum memerinci nilai uang yang disita, identitas pemilik barang-barang tersebut, maupun hubungan masing-masing pihak dengan dugaan korupsi Dana Siap Pakai BNPB.

Perkembangan penyidikan selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan alur dana, pihak-pihak yang diduga terlibat, serta konstruksi perkara secara lebih lengkap.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK