faktakalbar

KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Penggeledahan Kantor BPK Jawa Tengah

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen dalam penggeledahan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah serta dua rumah pihak terkait pada 22 Oktober 2026.

Penulis: Wati Friday, 23 October 2026 📖 1 menit
KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Penggeledahan Kantor BPK Jawa Tengah
KPK menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah serta dokumen dalam penggeledahan terkait penyidikan dugaan korupsi di Kabupaten Klaten. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen dalam penggeledahan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah serta dua rumah pihak terkait pada 22 Oktober 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan uang tunai tersebut ditemukan penyidik saat menggeledah Kantor BPK Jawa Tengah.

"Saat melakukan penggeledahan di Kantor BPK Jateng, penyidik menemukan dan menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah," kata Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dari tiga lokasi yang digeledah.

Menurut Budi, barang bukti tersebut diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Klaten nonaktif Hamenang Wajar Ismoyo.

"Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dan menyita beberapa dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga terkait dengan dugaan suap yang dilakukan untuk menghapus hasil temuan audit BPK di wilayah Kabupaten Klaten," katanya.

KPK masih mendalami barang bukti yang disita untuk kepentingan penyidikan dugaan suap terkait penghapusan temuan audit BPK di Kabupaten Klaten.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK