Penanganan Terbaik Mercure Hotel Pontianak dalam Kasus Tamu Hotel yang Meninggal Dunia
*Polisi Pastikan Raymond Simon Meninggal karena Sakit
PONTIANAK– Raymond Simon (54), seorang Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Kepresidenan, ditemukan meninggal dunia disalah satu kamar Mercure Hotel Pontianak, Jumat pagi lalu sekitar pukul 08.00 WIB.
Jasad Raymond Simon hari itu juga dipulangkan ke Jakarta setelah melalui proses di kepolisian. Pihak hotel Mercure menyatakan komitmenya dalam pelayanan dan penanganan terbaik kepada setiap tamu,terlebih jika ada musibah yang dialami tamu.
Pihak hotel bekerja sama dengan kepolisian dan tim medis dari Rumah Sakit Untan untuk memastikan keadaan korban sebelum jasadnya diterbangkan ke Jakarta.
"Kami sangat berduka atas kejadian ini. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada keluarga almarhum dengan bersikap kooperatif serta cepat tanggap terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk rekan kerja (perwakilan staff kepresidenan). Kami memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan lancar hingga jenazah dibawa ke RS Universitas Tanjungpura," ujar Rofa Raka Perdana selaku Cluster Executive Assistant Manager Mercure Hotel dan Ibis Pontianak.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Semoga almarhum Raymond Simon diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Dalam musibah meninggalnya tamu hotel tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias, mengonfirmasi bahwa hasil visum tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. "Saat ditemukan, korban tergeletak di kamar mandi dengan posisi tangan memegang dada," kata Kompol Antonius Trias, Sabtu (29/6).
Selain itu, polisi menemukan obat-obatan untuk penyakit hipertensi diantara barang bawaan korban, mengindikasikan bahwa korban mungkin telah mengalami serangan penyakit. "Korban bersama tim staf kepresidenan lainnya berencana pulang ke Jakarta pada Jumat pagi itu. Namun, saat dihubungi, korban tidak menjawab telepon. Pihak hotel mencoba membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam, dan memerlukan waktu hampir dua jam untuk membukanya," tambah Kompol Antonius Trias.
Jasad Raymond Simon telah dibawa kembali ke Jakarta untuk disemayamkan. Raymond, yang berasal dari Sambas dan berdomisili di Cikupa, Tangerang, berada di Kalbar bersama tim Kantor Staf Kepresidenan dalam rangka verifikasi lapangan terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di wilayah tersebut.(ro).
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.