faktakalbar

Menghadapi Pasang Laut Ekstrem, Sistem Drainase Kota Pontianak Diprioritaskan dalam APBD 2027

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak memprioritaskan pembenahan sistem drainase dalam Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027 guna meminimalkan risiko genangan air.

Penulis: Wati Wednesday, 04 November 2026 📖 1 menit
Menghadapi Pasang Laut Ekstrem, Sistem Drainase Kota Pontianak Diprioritaskan dalam APBD 2027
Pembersihan endapan lumpur di saluran drainase utama Kota Pontianak guna mengantisipasi luapan air saat musim hujan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak memprioritaskan pembenahan sistem drainase dalam Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027 guna meminimalkan risiko genangan air.

Langkah ini diambil menyusul ancaman berulang akibat tingginya curah hujan yang berbarengan dengan fenomena pasang air laut ekstrem di wilayah perkotaan.

Penanganan infrastruktur air ini juga merespons aspirasi seluruh fraksi DPRD Kota Pontianak yang menyoroti persoalan banjir di enam kecamatan.

Pembenahan saluran air di Kota Pontianak dinilai memerlukan penanganan berkelanjutan karena karakter geografis wilayah yang didominasi banyak sungai dan parit.

Fokus penataan diarahkan pada keterhubungan antar-saluran air dari kawasan permukiman menuju muara pembuangan akhir.

"Pada prinsipnya kita merespons seluruh pandangan umum fraksi-fraksi DPRD. Masukan yang disampaikan tentu merupakan aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota dewan dari daerah pemilihan masing-masing. Ini menjadi perhatian untuk kita implementasikan ke depan," ujar Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Rabu (4/11/2026).

"Drainase ini terus kita benahi dan pantau, baik pagi, siang maupun malam. Mulai dari saluran tersier, sekunder hingga primer harus dipastikan saling terkoneksi. Ini semata-mata untuk meminimalkan terjadinya genangan di Kota Pontianak," jelasnya.

"Apalagi kita akan memasuki musim hujan dan menghadapi potensi pasang ekstrem. Mudah-mudahan dengan upaya bersama pemerintah kota, DPRD, dan perangkat daerah terkait, persoalan genangan ini bisa terus diminimalkan," katanya.

"Penanganan drainase setiap tahun harus mengalami peningkatan, tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pontianak ini dikenal sebagai kota seribu parit, sehingga seluruh saluran harus kita perhatikan," tegasnya.

"Kalau bicara prioritas, semuanya menjadi prioritas. Enam kecamatan ini menjadi pekerjaan rumah besar dalam penanganan drainase," ungkapnya.

"Semua masukan dari fraksi-fraksi akan kita respons dan tindak lanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran. Yang terpenting, program pembangunan yang kita jalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kota Pontianak," pungkasnya.

Alokasi anggaran untuk penataan infrastruktur drainase dan saluran pendukung tersebut disebar pada beberapa organisasi perangkat daerah dengan total mencapai ratusan miliar rupiah.

Pemerintah daerah mengupayakan pengerjaan fisik saluran dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal kota.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK