faktakalbar

Pemerintah Targetkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Beroperasi Awal 2027

KKP menargetkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi awal 2027. Simak progres pembangunan, persiapan pengelola, dan target kesejahteraan nelayan.

Penulis: Clara Friday, 23 October 2026 📖 2 menit
Pemerintah Targetkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Beroperasi Awal 2027
KKP menargetkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi awal 2027. Simak progres pembangunan, persiapan pengelola, dan target kesejahteraan nelayan. (dok/Sekretariat Negara)

Faktakalbar.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan sebanyak 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah Indonesia siap beroperasi pada awal 2027. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, pembangunan 1.369 titik KNMP dilaksanakan sepanjang 2025 hingga 2026. Program tersebut merupakan bagian dari target Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih secara bertahap di seluruh Indonesia.

“Kalau dari 5.000 tersebut, tahun 2025 sampai dengan 2026 itu KKP membangun 1.369 titik. Yang itu diharapkan bisa siap operasional seluruhnya itu pada awal tahun 2027,” kata Andy saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan laporan ANTARA, dari total 1.369 lokasi tersebut, sebanyak 1.269 titik masih dalam proses pembangunan infrastruktur. Sementara itu, 100 titik lainnya telah memasuki tahap persiapan operasional.

KKP Siapkan Pengelola dan Pembiayaan

KKP tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan pengelolaan agar seluruh kawasan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat nelayan.

Andy menjelaskan, pemerintah akan mengintensifkan bimbingan teknis bagi pengurus KNMP, memberikan edukasi kepada nelayan, serta memfasilitasi mekanisme pembiayaan sebelum kawasan tersebut beroperasi.

Persiapan ini diperlukan agar fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan sesuai prosedur, memiliki tata kelola yang baik, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Pemerintah juga mendorong perubahan pola kerja dan pengelolaan usaha di kawasan nelayan. Dengan demikian, pembangunan KNMP diharapkan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi turut membentuk ekosistem usaha yang produktif.

Kampung Nelayan Poncosari Jadi Contoh

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian KKP adalah Kampung Nelayan Merah Putih di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY.

Menurut Andy, pembangunan infrastruktur di Poncosari telah selesai sepenuhnya. Kawasan tersebut kini memasuki tahap persiapan operasional, termasuk edukasi masyarakat dan pendampingan pengelolaan fasilitas.

KKP menempatkan Poncosari sebagai salah satu contoh kawasan yang memiliki fasilitas relatif lengkap. Pendampingan dilakukan untuk memastikan pemanfaatan fasilitas sesuai standar operasional, menjaga mutu hasil tangkapan ikan, dan membuat kegiatan usaha berjalan secara akuntabel.

Tata kelola yang baik juga diharapkan membantu pengelola memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan sehingga usaha nelayan memiliki peluang untuk berkembang.

Enam Kampung Nelayan Dibangun di DIY

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, KKP membangun enam Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

Selain Poncosari di Bantul, lima lokasi pembangunan pada 2026 berada di Kalurahan Songbanyu, Kanigoro, Banjarejo, Kemadang, dan Sidoharjo di Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY R. Hery Sulistio Hermawan, progres pembangunan lima lokasi tersebut rata-rata mencapai 18 persen, melampaui target progres sebesar 7 persen pada saat laporan disampaikan.

Pembangunan kawasan tersebut diharapkan memperkuat fasilitas pendukung kegiatan perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan di wilayah pesisir selatan Yogyakarta.

Pemerintah Bidik Kesejahteraan Nelayan

Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang lebih terintegrasi. Keberadaan fasilitas, pendampingan, dan akses pembiayaan diharapkan membantu nelayan meningkatkan kualitas hasil tangkapan serta memperluas peluang usaha.

Meski demikian, target kesiapan operasional pada awal 2027 masih perlu ditindaklanjuti melalui penyelesaian pembangunan di lokasi yang tersisa dan persiapan pengelolaan di kawasan yang telah selesai dibangun.

Keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah kampung yang dibangun, tetapi juga dari pemanfaatan fasilitas, keberlanjutan kegiatan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK