faktakalbar

Pemerintah Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Prioritas

Suahasil Nazara memastikan efisiensi APBN tidak mengganggu program prioritas pemerintah. Belanja negara kuartal IV 2026 diproyeksikan Rp1.300 triliun, dengan defisit APBN dijaga sekitar 2,85 persen PDB.

Penulis: Clara Tuesday, 20 October 2026 📖 2 menit
Pemerintah Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Prioritas
Suahasil Nazara memastikan efisiensi APBN tidak mengganggu program prioritas pemerintah. Belanja negara kuartal IV 2026 diproyeksikan Rp1.300 triliun, dengan defisit APBN dijaga sekitar 2,85 persen PDB. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah memastikan kebijakan efisiensi anggaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan menghentikan ataupun mengurangi alokasi untuk program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Efisiensi dilakukan dengan memperbaiki pengelolaan anggaran agar target pembangunan tetap tercapai hingga akhir 2026.

Suahasil Nazara menjelaskan, evaluasi kebutuhan belanja merupakan proses berkelanjutan meskipun anggaran telah ditetapkan. Pemerintah terus menelaah penggunaan dana untuk memastikan setiap pengeluaran sesuai kebutuhan dan menghasilkan manfaat yang optimal.

“Poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya, tetapi bagaimana mencapai output dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien,” ujar Suahasil setelah menghadiri pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Suahasil, upaya efisiensi tidak semata-mata dilakukan dengan memangkas anggaran. Perbaikan manajemen dan tata kelola program juga dapat mengurangi pemborosan tanpa mengorbankan hasil yang telah ditargetkan pemerintah.

Pemerintah Perbaiki Pengelolaan Program MBG

Suahasil mencontohkan perubahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah manajemen baru Badan Gizi Nasional (BGN). Perbaikan tata kelola tersebut disebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menciptakan efisiensi dalam pelaksanaan program.

Melalui pola pengelolaan yang lebih baik, pemerintah berupaya memastikan anggaran digunakan sesuai kebutuhan operasional dan sasaran program. Dengan demikian, efisiensi diharapkan dapat tercapai tanpa mengurangi keberlanjutan layanan kepada masyarakat.

Suahasil menegaskan bahwa program-program prioritas pemerintah tetap dilaksanakan. Pemerintah akan terus mencari ruang penghematan melalui evaluasi kebutuhan, pengelolaan kegiatan, dan perbaikan mekanisme pelaksanaan anggaran.

Pendekatan tersebut menempatkan efisiensi sebagai upaya meningkatkan kualitas belanja negara, bukan sekadar mengurangi jumlah dana yang dialokasikan.

Belanja Negara Kuartal IV Diproyeksikan Rp1.300 Triliun

Di tengah upaya efisiensi, pemerintah juga menyiapkan belanja negara sekitar Rp1.300 triliun pada kuartal IV 2026. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar Rp1.200 triliun.

Menurut Suahasil, belanja pemerintah pada tiga bulan terakhir tahun ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi domestik. Pengeluaran negara mencakup berbagai kebutuhan, termasuk pelayanan publik, perlindungan sosial, dan pelaksanaan program pemerintah.

Belanja pemerintah menjadi salah satu komponen penting dalam aktivitas ekonomi karena dapat mendorong konsumsi serta kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengelolaan anggaran perlu menjaga keseimbangan antara efisiensi, kualitas layanan, dan pencapaian target pembangunan.

Pemerintah berharap belanja yang dikelola secara efektif dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa menimbulkan pengeluaran yang tidak diperlukan.

Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Sekitar 2,85 Persen PDB

Selain menjelaskan arah efisiensi, Suahasil menyampaikan bahwa pemerintah tetap menjaga proyeksi defisit APBN 2026 sekitar 2,85 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut merupakan proyeksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada Badan Anggaran DPR RI pada Juli 2026.

Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun untuk menjaga kredibilitas fiskal. Evaluasi belanja menjadi salah satu instrumen agar kebutuhan pembiayaan program pemerintah tetap sejalan dengan kemampuan keuangan negara.

Dengan demikian, strategi pemerintah mencakup dua sasaran, yakni menjaga keberlanjutan program prioritas dan memastikan belanja negara dilaksanakan secara efisien.

Meski demikian, dampak efisiensi tetap perlu dilihat dari pelaksanaan nyata di lapangan, termasuk pencapaian target program, kualitas layanan publik, dan ketepatan penggunaan anggaran.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh program prioritas tetap berjalan, sementara penyesuaian pengelolaan dilakukan agar anggaran negara memberikan hasil yang lebih optimal.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK