faktakalbar

Menhut: Pemadaman Kebakaran Bromo Andalkan Water Bombing

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut pemadaman kebakaran Bromo masih mengandalkan water bombing dan petugas darat karena operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan.

Penulis: Clara Monday, 10 August 2026 📖 2 menit
Menhut: Pemadaman Kebakaran Bromo Andalkan Water Bombing
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut pemadaman kebakaran Bromo masih mengandalkan water bombing dan petugas darat karena operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, masih mengandalkan operasi water bombing dan pemadaman melalui jalur darat.

Raja Juli menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo pada Minggu (9/8/2026). Menurutnya, operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat sehingga pemadaman dari udara dan darat terus dimaksimalkan.

Untuk pemadaman dari udara, pemerintah mengerahkan tiga helikopter water bombing. Helikopter tersebut digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani oleh petugas melalui jalur darat.

Setiap helikopter disebut dapat melakukan hingga sekitar 30 kali sorti penyiraman dalam sehari apabila kondisi cuaca mendukung. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman api di kawasan yang memiliki medan sulit.

Selain water bombing, pemadaman juga dilakukan oleh petugas di lapangan. Tim gabungan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD dari sejumlah wilayah, BNPB, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran.

Sejumlah kendaraan pemadam dan mobil tangki juga dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran dari jalur darat. Sementara itu, drone penyemprot turut digunakan untuk membantu proses pemadaman di lokasi tertentu.

Raja Juli menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, kondisi atmosfer belum memungkinkan dilakukannya operasi tersebut sehingga pemerintah memilih memaksimalkan metode pemadaman yang tersedia.

Kebakaran di kawasan Bromo sendiri telah berlangsung selama beberapa hari dan terus mendapat penanganan dari tim gabungan. Data terbaru yang diberitakan ANTARA menyebut area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 520 hektare.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya telah menutup seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan selama kondisi kawasan belum aman.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Penggunaan api di sekitar kawasan hutan perlu diperhatikan dengan serius, terutama saat kondisi lingkungan kering dan rawan kebakaran.

Mengenai penyebab kebakaran, pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Menteri Kehutanan menyebut dugaan aktivitas manusia sebagai salah satu kemungkinan yang sedang ditangani oleh pihak berwenang.

Pemerintah memastikan penanganan kebakaran terus dilakukan sampai titik-titik api dapat dikendalikan. Operasi water bombing dan pemadaman darat akan terus dimaksimalkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta medan di kawasan Bromo.

Masyarakat dan wisatawan juga diminta mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS dan pemerintah terkait perkembangan kebakaran serta pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK