faktakalbar

LPS Ungkap 25 Juta Warga Indonesia Belum Memiliki Rekening Bank

LPS mencatat sekitar 25 juta warga Indonesia berusia di atas 17 tahun belum memiliki rekening bank. Pemerintah menyiapkan Program Satu Orang Satu Rekening.

Penulis: Clara Thursday, 05 November 2026 📖 2 menit
LPS Ungkap 25 Juta Warga Indonesia Belum Memiliki Rekening Bank
LPS mencatat sekitar 25 juta warga Indonesia berusia di atas 17 tahun belum memiliki rekening bank. Pemerintah menyiapkan Program Satu Orang Satu Rekening. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan sekitar 25 juta penduduk Indonesia berusia di atas 17 tahun belum memiliki rekening bank. Data tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyampaikan angka tersebut dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

“Jumlah penduduk yang belum memiliki rekening usia di atas 17 tahun adalah sekitar 25 juta,” kata Anggito.

Ia mengatakan LPS mendukung rencana pemerintah memperluas kepemilikan rekening melalui Program Satu Orang Satu Rekening. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama dalam penyelarasan data serta kriteria calon peserta program.

Pemerintah Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening

Pemerintah tengah menyiapkan Program Satu Orang Satu Rekening untuk memperluas akses perbankan bagi masyarakat yang belum memiliki rekening.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa program tahap awal akan menyasar 25 juta warga berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.

Pemerintah menyiapkan anggaran awal sekitar Rp1,28 triliun. Setiap rekening yang dibuka direncanakan memperoleh setoran awal sebesar Rp50.000.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra penyedia rekening.

Data calon penerima akan disiapkan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), data Badan Pusat Statistik (BPS), serta data LPS.

Inklusi Keuangan Ditargetkan Mendekati 99 Persen

Airlangga menyebut Program Satu Orang Satu Rekening diharapkan dapat mendorong tingkat inklusi keuangan nasional mendekati 99 persen, meningkat dari angka sekitar 93 persen yang disampaikan pemerintah.

Menurutnya, pembukaan rekening tidak hanya bertujuan menambah jumlah masyarakat yang memiliki akses perbankan. Rekening tersebut juga diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan sosial secara lebih efektif dan menunjang kegiatan produktif masyarakat.

Selain program untuk masyarakat dewasa, pemerintah juga menjalankan Program Rekening Pelajar. Program tersebut tercatat telah diikuti 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp27 triliun.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong pemanfaatan rekening untuk kebutuhan sehari-hari dan kegiatan ekonomi.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK