Komisi III DPR Desak Kasus Polisi Tembak Polisi di Markas Polairud Diusut Tuntas
Komisi III DPR RI mendesak Polri mengusut tuntas kasus penembakan Bharatu Valdo di Markas Polairud Pondok Cabe. DPR juga meminta pencegahan perundungan dan komunikasi sehat antara senior dan junior di lingkungan kepolisian.
Faktakalbar.id - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan anggota polisi di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.
Nasir mengaku prihatin atas insiden yang melibatkan sesama anggota Polri tersebut. Ia menilai peristiwa itu memprihatinkan karena terjadi di lingkungan institusi yang seharusnya menjunjung tinggi kedisiplinan dan profesionalitas.
“Komisi III DPR RI prihatin dan menyayangkan peristiwa itu terjadi. Apalagi pelaku dan korban adalah anggota polisi,” ujar Nasir, Senin (19/10/2026).
Ia meminta aparat penegak hukum mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh agar penyebab kejadian dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui dengan jelas.
Selain mendorong pengusutan perkara, Nasir juga meminta Polri mengantisipasi potensi perundungan di lingkungan kepolisian. Menurutnya, upaya pencegahan diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
DPR Soroti Pencegahan Perundungan di Lingkungan Polri
Nasir menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara anggota senior dan junior. Menurutnya, hubungan kerja yang baik di lingkungan kepolisian perlu dijaga untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan.
Ia meminta Polri tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang telah terjadi, tetapi juga mengevaluasi langkah-langkah pencegahan agar keamanan anggota di lingkungan kerja semakin terjamin.
Perhatian terhadap dugaan perundungan menjadi salah satu aspek yang perlu ditelusuri dalam kasus tersebut. Meski demikian, penyebab pasti insiden harus ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang ditemukan penyidik.
Bharatu Valdo Tewas dalam Insiden Penembakan
Insiden penembakan tersebut menewaskan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Ditpoludara. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/10/2026) di Markas Komando Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban.
Dalam penanganan perkara, seorang anggota Polri berinisial AR telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Meski demikian, motif penembakan masih menjadi bagian penting yang perlu diungkap. Penyidik diharapkan dapat menjelaskan secara transparan kronologi kejadian, latar belakang peristiwa, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat berdasarkan hasil pemeriksaan.
DPR Minta Penanganan Kasus Dilakukan Secara Tuntas
Desakan Komisi III DPR menambah perhatian terhadap penanganan kasus penembakan di lingkungan kepolisian tersebut. Pengusutan yang menyeluruh dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Di sisi lain, evaluasi terhadap hubungan antarpersonel dan pencegahan perundungan juga perlu menjadi perhatian agar lingkungan kerja kepolisian tetap aman dan profesional.
Nasir berharap kasus ini diusut sampai tuntas dan langkah pencegahan dapat diperkuat. Dengan demikian, penegakan hukum tidak hanya menyelesaikan perkara yang terjadi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi institusi kepolisian.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.