faktakalbar

Kemenkes Catat 16.759 Kasus ISPA di 4 Wilayah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Kemenkes mencatat 16.759 kasus ISPA di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penulis: Clara Thursday, 10 September 2026 📖 1 menit
Kemenkes Catat 16.759 Kasus ISPA di 4 Wilayah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kemenkes mencatat 16.759 kasus ISPA di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 16.759 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Data tersebut tercatat hingga 6 September 2026. Kasus ISPA tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota yang terdampak abu vulkanik.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 3.771 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun. Sementara itu, 12.988 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan masyarakat masih perlu mewaspadai dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kemenkes juga menemukan konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 masih berada di atas batas normal di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan menggunakan particulate counter untuk mengukur konsentrasi partikulat di udara.

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

Dante mengimbau masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker, terutama di wilayah dengan konsentrasi partikulat yang masih tinggi.

Menurut Kemenkes, partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan penyakit tertentu diminta lebih membatasi aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga dianjurkan mengurangi paparan abu vulkanik, tetap berada di dalam rumah ketika kualitas udara belum baik, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Kemenkes menyatakan pemantauan kualitas udara dan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan.

Dante juga menyebut kejadian ISPA pada 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi kesehatan meskipun aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah telah kembali berjalan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK