faktakalbar

Kemendag Ungkap Tiga Hal Penting agar UMKM Mampu Bersaing di Era Digital

Kemendag mengungkap tiga hal penting agar UMKM mampu bersaing di era digital, mulai dari adaptasi pasar, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi.

Penulis: Clara Wednesday, 28 October 2026 📖 3 menit
Kemendag Ungkap Tiga Hal Penting agar UMKM Mampu Bersaing di Era Digital
Kemendag mengungkap tiga hal penting agar UMKM mampu bersaing di era digital, mulai dari adaptasi pasar, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi. (dok/Kemendag)

Faktakalbar.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap tiga hal penting yang perlu dikuasai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital. Ketiganya meliputi kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi, pengelolaan keuangan usaha secara bijak, serta pemanfaatan teknologi digital secara cerdas.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kegiatan Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan Bukalapak di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Menurut Roro, perubahan tren pasar dan perilaku konsumen menuntut pelaku usaha untuk terus meningkatkan kemampuan agar bisnis tetap relevan. Ketiga hal tersebut juga diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas peluang pasar hingga tingkat global.

1. Terus Belajar dan Beradaptasi dengan Perubahan Pasar

Hal pertama yang perlu diperhatikan pelaku UMKM adalah kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen membuat strategi usaha perlu dievaluasi secara berkala.

Pelaku usaha perlu memahami produk yang diminati konsumen, mengikuti perkembangan tren, serta memperbaiki kualitas produk dan layanan sesuai kebutuhan pasar.

Dalam praktiknya, adaptasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan masukan pelanggan, mengevaluasi produk yang paling banyak diminati, hingga mencoba metode pemasaran baru.

Dengan cara tersebut, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sekadar mengikuti tren tanpa perencanaan.

2. Mengelola Keuangan Usaha dengan Bijak

Hal kedua adalah pengelolaan keuangan yang baik. Kemampuan mengatur arus kas menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Pelaku UMKM perlu memisahkan uang pribadi dan uang usaha agar kondisi keuangan bisnis dapat dipantau dengan lebih jelas. Pencatatan pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, dan keuntungan juga perlu dilakukan secara rutin.

Selain itu, pemilik usaha sebaiknya mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum menambah stok, membeli peralatan, atau mengeluarkan biaya promosi.

Pengelolaan keuangan yang terencana membantu pelaku usaha mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan serta menentukan langkah pengembangan yang sesuai dengan kemampuan modal.

3. Menjadi Pelaku Usaha Digital yang Cerdas

Hal ketiga adalah memanfaatkan teknologi digital secara efektif, terukur, dan aman. Digitalisasi dapat membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjualan secara langsung.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial, lokapasar atau marketplace, layanan pembayaran digital, serta berbagai alat analisis penjualan untuk mendukung operasional bisnis.

Namun, sekadar memiliki akun toko daring tidak otomatis meningkatkan penjualan. Pelaku UMKM tetap perlu memahami karakteristik target konsumen, membuat konten yang relevan, memberikan informasi produk secara jelas, dan mengevaluasi hasil promosi.

Keamanan transaksi dan perlindungan data juga perlu diperhatikan. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, aktivitas pemasaran dan pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih terarah.

Perempuan Memegang Peran Penting dalam UMKM Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Roro juga menyoroti besarnya peran perempuan dalam perekonomian nasional. Ia menyebut sekitar 64,5 persen pelaku UMKM Indonesia merupakan perempuan.

Menurutnya, banyak perempuan menjalankan usaha sekaligus mengelola tanggung jawab keluarga. Karena itu, dukungan terhadap pengembangan kapasitas dan keberlanjutan usaha perempuan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Kemendag juga menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, dan mitra lainnya diperlukan untuk membantu UMKM menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan tersebut mencakup akses permodalan, perluasan pasar, pengelolaan usaha, serta peningkatan pengetahuan digital.

Kolaborasi Diperlukan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Kegiatan PUJAAN Vol. 5 yang diselenggarakan Bukalapak menjadi salah satu wadah untuk mendukung pelaku usaha dalam belajar, mengembangkan kemampuan, dan menemukan peluang baru.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi modal usaha, tetapi juga memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM untuk belajar dan berkembang.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, pelaku usaha diharapkan memperoleh akses terhadap pengetahuan dan dukungan yang dapat membantu meningkatkan daya saing bisnis.

Kemendag menekankan bahwa UMKM perlu menggabungkan kemampuan beradaptasi, pengelolaan keuangan yang sehat, dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Ketiga aspek ini diharapkan menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK