faktakalbar

Karhutla Masih Mengancam, BNPB Minta Warga Cek Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas

Karhutla masih mengancam sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. BNPB meminta warga rutin mengecek ISPU dan kualitas udara sebelum beraktivitas.

Penulis: Clara Friday, 04 September 2026 📖 2 menit
Karhutla Masih Mengancam, BNPB Minta Warga Cek Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas
Karhutla masih mengancam sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. BNPB meminta warga rutin mengecek ISPU dan kualitas udara sebelum beraktivitas. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan karena sebaran polutan dari asap karhutla berpotensi meluas. Masyarakat diminta mengetahui kondisi kualitas udara di wilayah tempat tinggal agar dapat mengurangi risiko paparan asap.

BNPB Minta Warga Rutin Cek ISPU

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan masyarakat di wilayah terdampak karhutla perlu memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Menurutnya, informasi tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi udara di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Pemantauan kualitas udara menjadi penting ketika asap karhutla mulai menyebar ke permukiman atau wilayah yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.

Asap Karhutla Bisa Ganggu Aktivitas Warga

Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

Paparan asap dapat membuat jarak pandang berkurang dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ketika konsentrasi polutan di udara meningkat.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak asap disarankan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara.

Karhutla Kalimantan Masih Jadi Perhatian

Kondisi karhutla di Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah. BNPB melaporkan adanya titik panas dan lahan terbakar di sejumlah wilayah.

Di Kalimantan Barat, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Api pada lahan gambut dapat menjalar hingga beberapa meter di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Laporan terbaru juga menunjukkan adanya 118 titik panas dengan lahan terdampak mencapai sekitar 1.267 hektare di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Udara Dipenuhi Asap?

Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah untuk mengurangi paparan asap karhutla.

Pertama, cek kualitas udara atau ISPU sebelum keluar rumah. Jika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan.

Kedua, gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi paparan langsung terhadap asap.

Ketiga, segera kembali ke dalam ruangan apabila kondisi udara semakin buruk dan ikuti informasi serta imbauan dari pemerintah daerah.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BNPB meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla.

Informasi mengenai kondisi kebakaran, kualitas udara, dan peringatan dini sebaiknya diperoleh dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, BMKG, dan instansi pemerintah terkait.

Dengan rutin memantau kualitas udara dan mengikuti perkembangan karhutla, masyarakat dapat menentukan aktivitas yang lebih aman sekaligus mengurangi risiko paparan asap.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK