faktakalbar

Karhutla di Parindu Sanggau Dipadamkan Enam Jam, Polisi Kembali Cek Kondisi Lahan

Faktakalbar.id - Api yang membakar lahan inti PT Mitra Austral Sedjahtera (MAS) I di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, berhasil dipadamkan setelah penanganan berlangsung sekitar enam jam pada Sabtu (26/9/2026). Kebakaran diketahui sekitar pukul…

Penulis: Natash Monday, 28 September 2026 📖 1 menit
Karhutla di Parindu Sanggau Dipadamkan Enam Jam, Polisi Kembali Cek Kondisi Lahan

Faktakalbar.id - Api yang membakar lahan inti PT Mitra Austral Sedjahtera (MAS) I di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, berhasil dipadamkan setelah penanganan berlangsung sekitar enam jam pada Sabtu (26/9/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB setelah Kepala Wilayah Dusun Engkalau, Pritis Vander, melihat kepulan asap dari area lahan perusahaan.

Pritis menemukan asap tersebut ketika melintas sepulang dari Pasar Bodok.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak manajemen PT MAS I.

Manajemen perusahaan bergerak melakukan pemadaman sekitar pukul 15.00 WIB.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Api berhasil dikendalikan sebelum menyebar ke bagian lahan lainnya.

Keesokan harinya, Polsek Parindu melakukan pengecekan lapangan terhadap titik yang terpantau melalui Aplikasi Lancang Kuning.

Pengecekan dipimpin Kapolsek Parindu AKP Sutono bersama personel pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Lokasi yang diperiksa berada di Divisi 5 Blok S804 PT MAS I, Dusun Engkalau, Desa Rahayu.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare dengan kategori titik panas sedang.

Petugas tidak menemukan api yang masih menyala saat pemeriksaan dilakukan.

Namun, pengecekan tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran susulan.

Proses penanganan juga mencakup pemadaman, pendinginan, dan monitoring terhadap area terdampak.

Dalam pengecekan tersebut, personel kepolisian didampingi pihak wilayah setempat dan manajemen PT MAS I.

Kapolsek Parindu mengatakan pengecekan diperlukan untuk memastikan informasi dari sistem pemantauan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Begitu titik terpantau, kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Meskipun saat petugas tiba api sudah padam, pemeriksaan dan monitoring tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujar AKP Sutono.

Ia juga menilai penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan masyarakat dan pihak lain di sekitar lokasi.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di wilayahnya.

Warga juga diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Setelah dilakukan penanganan, kondisi lokasi kebakaran terpantau kondusif.

Pemantauan terhadap area tersebut masih dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK