faktakalbar

Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pertanian, Fokus pada Bawang Putih

Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama pertanian untuk meningkatkan produksi bawang putih melalui benih, teknologi, alsintan, dan klaster produksi.

Penulis: Clara Thursday, 05 November 2026 📖 3 menit
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pertanian, Fokus pada Bawang Putih
Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama pertanian untuk meningkatkan produksi bawang putih melalui benih, teknologi, alsintan, dan klaster produksi. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat memperkuat kerja sama di sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan produksi bawang putih di dalam negeri. Kolaborasi ini mencakup penyediaan benih, transfer teknologi, mekanisasi pertanian, hingga pengembangan klaster produksi di Indonesia.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu di Beijing, Senin (2/11/2026). Hasil pertemuan itu disampaikan Kementerian Pertanian pada Rabu (4/11/2026).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kerja sama dengan Tiongkok perlu memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian nasional. Menurutnya, kemitraan kedua negara tidak cukup hanya menjaga kelancaran perdagangan, tetapi juga harus memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah bawang putih. Pasalnya, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia saat ini masih dipenuhi dari pasokan Tiongkok.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap kapasitas produksi bawang putih nasional dapat diperkuat sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar negeri bisa dikurangi secara bertahap.

Kerja Sama Bawang Putih dari Hulu hingga Hilir

Dalam pertemuan tersebut, Amran mendorong pengembangan bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, penerapan teknologi budidaya, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan klaster produksi di Indonesia.

Pengembangan dari hulu hingga hilir diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat rantai produksi bawang putih nasional.

Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu menyatakan dukungannya terhadap upaya Indonesia meningkatkan produksi komoditas tersebut. Tiongkok juga menyatakan kesiapan untuk memperdalam pembahasan teknis mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, serta aspek budidaya lainnya.

Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan bawang putih, termasuk penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi produksi di Indonesia.

Indonesia Dorong Transfer Teknologi Pertanian Modern

Selain pengembangan bawang putih, kedua negara turut membahas kerja sama penelitian dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Amran mendorong kolaborasi dalam bidang mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta penggunaan peralatan modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Tiongkok juga menawarkan penguatan diskusi teknis dan penelitian, termasuk pemanfaatan drone tanpa awak dan robot pertanian. Negara tersebut menyatakan kesiapan mengorganisasikan delegasi perusahaan untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat mendukung modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kemampuan petani dan pelaku usaha dalam mengelola produksi.

Kerja Sama Juga Menyasar Kelapa, Kopi, dan Durian

Pembahasan bilateral tidak hanya berfokus pada bawang putih. Indonesia juga mendorong pengembangan komoditas unggulan lainnya, seperti kelapa, kopi, dan durian.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia.

Di bidang investasi, Amran menawarkan peluang kepada perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan antara lain industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.

Sementara itu, Zhang menyampaikan rencana mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group untuk membahas kerja sama komoditas kopi, kakao, dan kelapa sawit.

Kedua negara juga membahas peluang peningkatan perdagangan produk susu dan penelitian gandum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri Indonesia.

Perkuat Produksi dan Ketahanan Pangan Nasional

Penguatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok di sektor pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan hubungan perdagangan, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi nasional.

Melalui transfer teknologi, kolaborasi penelitian, investasi, dan pengembangan industri pengolahan, Indonesia berupaya meningkatkan produktivitas serta nilai tambah komoditas pertanian.

Khusus untuk bawang putih, pembahasan teknis lebih lanjut menjadi tahapan penting agar kerja sama dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan produksi di dalam negeri.

Dengan demikian, kemitraan kedua negara diharapkan dapat mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK