Harga Cabai dan Sayuran Naik di Sanggau, Cabai Keriting Tembus Rp150 Ribu per Kilogram
Faktakalbar.id - Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Sanggau mengalami kenaikan pada pekan keempat September 2026, terutama cabai dan sayuran.
Faktakalbar.id - Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Sanggau mengalami kenaikan pada pekan keempat September 2026, terutama cabai dan sayuran.
Kenaikan harga tersebut terpantau di Pasar Senggol dan Pasar Sentral Sanggau pada periode 21-27 September 2026.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau Andy Gustami mengatakan kenaikan terjadi pada sejumlah bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
“Hasil pantuan kami di minggu ke empat bulan ini tanggal 21-27 September 2026 khususnya di pasar Senggol dan pasar Sentral, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan,” kata Andy.
Sejumlah jenis sayuran mengalami kenaikan harga antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain bayam, kacang panjang, sawi, buncis, wortel dan tomat.
“Rata-rata sayur mayur yang biasa dikonsumsi masyarakat kita seperti bayam, kacang panjang, sawi, buncis, wortel dan tomat mengalami kenaikan dari Rp2ribu-Rp5ribu/Kilogram. Minggu lalu misalnya Rp15 ribu minggu ini menjadi Rp18 ribu,” ungkapnya.
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah jenis cabai dengan besaran yang lebih tinggi dibandingkan komoditas sayuran.
Andy mengatakan harga cabai rawit merah, cabai besar dan cabai keriting mengalami kenaikan pada pekan tersebut.
“Cabai rawit merah, cabai besar, cabai keriting naiknya signifikan, mulai dari Rp100 ribu/Kilogram menjadi Rp120ribu hingga Rp150 ribu perkilogram,” bebernya.
Selain sayuran dan cabai, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya yang dijual di pasar tradisional Sanggau.
Andy menyebut hasil laut seperti udang dan ikan turut mengalami kenaikan harga.
Menurut Andy, perubahan harga tersebut berkaitan dengan pasokan komoditas yang masuk ke Kabupaten Sanggau.
“Menurut kami kenaikan ini masih wajar mengingat Kabupaten Sanggau bukan daerah penghasil. Artinya, kalau naik ya karena pemasok yang menaikan, dan masyarakat Sanggau sudah terbiasa dengan kenaikan ini yang penting barangnya ada,” pungkasnya.
Pergerakan harga pangan tersebut menjadi salah satu kondisi yang terpantau dalam pemantauan komoditas di Pasar Senggol dan Pasar Sentral Sanggau.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.