faktakalbar

Deretan Pejabat Bea Cukai Terseret Kasus Dugaan Korupsi Cukai PT Djarum

Faktakalbar.id - Penyidikan kasus dugaan korupsi di sektor cukai yang melibatkan PT Djarum mengungkap keterlibatan sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Penulis: Natash Monday, 02 November 2026 📖 1 menit
Deretan Pejabat Bea Cukai Terseret Kasus Dugaan Korupsi Cukai PT Djarum
Kantor KPK. (Dok. KPK)

Faktakalbar.id - Penyidikan kasus dugaan korupsi di sektor cukai yang melibatkan PT Djarum mengungkap keterlibatan sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK pada Februari 2026 lalu.

Lembaga antirasuah tersebut kemudian menerbitkan dua surat perintah penyidikan pada Juli 2026 serta menyusul satu sprindik umum tambahan pada 28 Oktober 2026.

Sejumlah pejabat Bea Cukai telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal dan Kasubdit Intelijen Sisprian Subiaksono.

Tersangka lainnya mencakup Kasi Penindakan II Orlando Hamonangan, Kasi Intelijen Cukai Budiman Bayu Prasojo, Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda, serta pejabat fungsional Ahmad Dedi.

Selain dari unsur birokrasi, penyidik KPK juga menetapkan tiga tersangka dari pihak swasta Blueray Cargo yaitu John Field, Dedy Kurniawan, dan Andri.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik terus mengumpulkan bukti untuk mendalami keterlibatan para pihak dalam skandal penerimaan negara ini.

“Dugaan awal dari penyidikan perkara ini terkait dengan penerimaan negara yang berkaitan dengan cukai di PT Djarum,” ujar Budi Prasetyo.

Penyidik kini sedang menganalisis dokumen dan bukti elektronik hasil penggeledahan dari enam perusahaan afiliasi PT Djarum di Kudus guna memperjelas alur dugaan suap pita cukai.

Hingga saat ini proses penyidikan masih terus berjalan dan KPK belum mengeluarkan kesimpulan akhir mengenai penetapan tersangka baru dari pihak perusahaan swasta tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK