Buntut China Rilis Peta Caplok Natuna, AS Kirim 2.100 Prajurit ke Indonesia
Buntut dari Tiongkok yang telah merilis peta wilayahnya yang diperbarui pada tanggal 28 Agustus 2023, yang mencakup sengketa klaimnya atas perbatasan barat dengan India, Laut Cina Selatan, dan Taiwan.Bahkan Perairan Kalimantan Indonesia yang ikut dicaplok,membuat suhu politik, terutama dibidang pertahanan/ militer memanas.
Peta standar edisi 2023 dipasang di situs web layanan kartografi yang diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Alam Republik Rakyat Tiongkok.
Ciri khas lain dari peta ini adalah adanya sepuluh garis putus-putus di sekitar Laut Cina Selatan (sembilan garis putus-putus) dan seluruh pulau Taiwan (garis putus-putus kesepuluh), yang juga mencakup beberapa pulau kecil dan pulau-pulau kecil yang diklaim oleh negara-negara seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia dan Indonesia.
AS yang mengetahui klaim ini jelas tak tinggal diam.Masalahnya Taiwan dan Asia Tenggara ada sekutu dekat mereka.AS bahkan terang-terangan melayarkan armada perang di selat Taiwan.Tujuannya satu, memberi pesan bahwa klaim China sama sekali tak berarti baginya.
Selat Taiwan telah menjadi arena persaingan geopolitik yang penting antara Tiongkok dan Amerika Serikat, khususnya dalam dua hingga tiga dekade terakhir. Kedua negara sering melakukan latihan angkatan laut di wilayah tersebut, yang berkontribusi terhadap peningkatan tingkat persepsi ancaman dan meningkatnya rasa tidak aman di kedua sisi.
AS juga memperkuat kerja sama militer dengan Indonesia, hal ini ditujukkan dalam latihan Super Garuda Shield 2023 yang sudah kick off pada 31 Agustus 2023.
Sebagai wujud solidaritas multilateral yang kuat untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, personel militer dari Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Australia, Singapura, Inggris, dan Prancis akan berpartisipasi dalam Latihan Bersama Super Garuda Shield 2023 di beberapa lokasi di Indonesia mulai 31 Agustus hingga 13 September 2023,demikian seperti rilis yang disebar Kedutaaan Besar AS di Indonesia.
Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Charles A Flynn mengungkapkan Garuda Shield 2023 sebagai wujud komitmen untuk menegakkan tatanan berbasis aturan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka."Super Garuda Shield 2023 akan melanjutkan kesuksesannya yang luar biasa pada tahun lalu. Latihan bersama multinasional ini menunjukkan komitmen kolektif dan kesatuan pemikiran kita, memungkinkan terciptanya Indo-Pasifik yang stabil, aman, dan lebih damai, bebas, dan terbuka," jelas Flynn.
Untuk mendukung Super Garuda Shield 2023, Flynn memerintahkan mengirim 2.100 prajurit AS ke Indonesia. "Super Garuda Shield adalah program pertukaran militer terbesar setiap tahun antara Amerika Serikat dan Indonesia, dan tahun ini jumlah pesertanya bertambah.
Sekitar 2.100 anggota militer AS dan 1.900 anggota TNI dari berbagai matra akan meningkatkan kemampuan interoperabilitas melalui latihan dan pertukaran budaya," jelasnya.(rfk/ind)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.