faktakalbar

BMKG Waspadai Asap dan Udara Kabur, Pontianak Masuk Daftar Wilayah

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Barat untuk mewaspadai kondisi udara kabur hingga kabut asap di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ters…

Penulis: Clara Sunday, 23 August 2026 📖 2 menit
BMKG Waspadai Asap dan Udara Kabur, Pontianak Masuk Daftar Wilayah
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Pontianak mengalami udara kabur pada 23 Agustus 2026. Warga diminta waspada dampak kabut asap karhutla. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Barat untuk mewaspadai kondisi udara kabur hingga kabut asap di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut juga terlihat dalam prakiraan cuaca BMKG untuk Minggu, 23 Agustus 2026. Sejumlah wilayah di Kota Pontianak diprakirakan mengalami kondisi udara kabur dengan suhu berkisar 26–32 derajat Celsius.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Pontianak Selatan, Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Kota, dan Pontianak Tenggara. Sementara Pontianak Timur berpeluang mengalami hujan ringan.

Pontianak Masuk Wilayah dengan Potensi Udara Kabur

Kondisi udara kabur menjadi perhatian karena Kalimantan Barat saat ini tengah menghadapi persoalan karhutla di sejumlah wilayah.

BMKG sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak karhutla dan kabut asap. Kondisi cuaca yang relatif kering dapat membuat kebakaran lebih mudah berkembang serta meningkatkan potensi penyebaran asap.

Bahkan, BMKG Kalimantan Barat menyebut asap akibat karhutla berpotensi menyebar hingga ke negara tetangga apabila kondisi atmosfer mendukung. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara.

Kondisi ini menjadi semakin penting diperhatikan karena kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Penerbangan

Dampak kabut asap sebelumnya juga telah dirasakan di sektor transportasi udara.

Pada Jumat (21/8/2026), seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, sempat dihentikan sementara akibat kabut asap yang semakin tebal.

Jarak pandang di wilayah tersebut dilaporkan berada di bawah batas aman untuk operasional penerbangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi.

Kondisi Kering Masih Perlu Diwaspadai

BMKG Kalimantan Barat mengingatkan bahwa masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla.

Kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi yang mudah terbakar.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan.

Masyarakat juga dianjurkan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kualitas udara. Apabila konsentrasi asap memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah rawan kebakaran. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu untuk membantu membasahi wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Pemerintah juga telah memperkuat operasi pemadaman darat dan udara di sejumlah wilayah Kalimantan.

Khusus di Kalimantan Barat, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan penambahan personel serta armada udara untuk mempercepat penanganan titik-titik kebakaran.

Warga Diminta Waspada

Dengan kondisi udara kabur yang masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Pontianak, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak karhutla, perubahan jarak pandang dan kualitas udara perlu menjadi perhatian.

Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi kabut asap dan mengikuti pembaruan dari BMKG maupun instansi terkait.

Kondisi udara di Pontianak dan wilayah Kalimantan Barat dapat berubah mengikuti arah angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan titik kebakaran.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK