BMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi Menyebar ke Negara Tetangga
BMKG mengingatkan asap karhutla Kalimantan berpotensi menyebar ke negara tetangga akibat pengaruh angin musiman. Kalbar juga mewaspadai asap dari Ketapang dan Kayong Utara.
Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi terbawa angin hingga ke wilayah negara tetangga.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pergerakan asap lintas batas dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan pola angin musiman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat.
Asap dari Kalbar Berpotensi Bergerak ke Pontianak
Secara khusus, BMKG Kalimantan Barat memperingatkan asap dari wilayah Ketapang dan Kayong Utara berpotensi terbawa angin menuju Kota Pontianak, bahkan dapat bergerak hingga ke negara tetangga.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar Soetikno mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi arah angin dominan dari tenggara hingga selatan. Rendahnya potensi hujan juga membuat kondisi tersebut perlu diwaspadai.
Potensi rendahnya curah hujan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026. Kondisi kering tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran sekaligus membuat asap lebih mudah bertahan dan terbawa angin.
Pergerakan Asap Dipengaruhi Kondisi Angin
BMKG menjelaskan bahwa asap karhutla tidak selalu bergerak ke arah yang sama. Pergerakannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan pola angin yang sedang berlangsung.
Karena itu, potensi asap mencapai wilayah negara tetangga tidak berarti seluruh wilayah Kalimantan akan mengalami kondisi yang sama. Arah penyebaran dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.
Sebelumnya, BMKG juga mendeteksi sebaran asap dari karhutla di wilayah Kalimantan yang terbawa pola angin hingga meluas ke wilayah sekitarnya.
Karhutla Kalbar Capai 38 Ribu Hektare
Ancaman asap tersebut terjadi di tengah tingginya luas karhutla di Kalimantan Barat.
BPBD Kalimantan Barat mencatat luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare.
Besarnya area yang terbakar membuat penanganan karhutla terus diperkuat pemerintah. Operasi pemadaman dari darat dan udara serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Warga Diminta Waspada Dampak Asap
Masyarakat di wilayah yang terdampak asap diimbau memperhatikan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
BMKG menyediakan pemantauan konsentrasi PM2.5 sebagai salah satu indikator kualitas udara. Konsentrasi PM2.5 yang semakin tinggi menunjukkan kondisi udara yang semakin buruk dan berisiko terhadap kesehatan.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat di Kalimantan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan memburuknya kualitas udara maupun munculnya titik api baru.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.