Sambas  

Luapan Sungai Sambas Rendam Puluhan Rumah di Subah Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Kondisi permukiman warga di kawasan Kecamatan Subah yang terendam luapan air sungai menyusul tingginya curah hujan di Kabupaten Sambas.
Kondisi permukiman warga di kawasan Kecamatan Subah yang terendam luapan air sungai menyusul tingginya curah hujan di Kabupaten Sambas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir Buton Utara Ratusan Warga Terdampak dan Akses Jembatan Putus

Situasi di lapangan ini sejalan dengan peringatan dini yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan Kalimantan, berpotensi dilanda cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai tiupan angin kencang pada rentang waktu 10 hingga 11 Mei 2026.

Merespons potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung tersebut, BNPB mengimbau jajaran pemerintah daerah dan seluruh warga untuk mengoptimalkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir dan pergerakan tanah.

Bagi masyarakat yang bermukim tepat di bantaran sungai maupun di bawah lereng perbukitan, BNPB meminta agar langkah pencegahan segera dilakukan.

Warga diwajibkan untuk membersihkan saluran drainase dari sumbatan sampah yang dapat menghambat laju air. Selain itu, masyarakat juga harus secara aktif memantau volume debit air sungai.

Jika hujan lebat turun dengan durasi yang sangat panjang, warga diinstruksikan untuk tidak mengambil risiko dan segera melaksanakan evakuasi mandiri sebelum akses jalan tertutup sepenuhnya oleh genangan banjir.

(*Red)