“Kita bersyukur daya beli masyarakat tetap kuat. Ini menunjukkan ekonomi masyarakat bergerak, aktivitas perdagangan hidup, UMKM tumbuh, dan perputaran ekonomi di daerah berjalan semakin baik,” katanya.
Sementara dari sisi produksi, sektor pertambangan mencatat lonjakan paling signifikan hingga mencapai 34,14 persen. Penguatan hilirisasi sumber daya alam, khususnya industri pengolahan bauksit dan alumina yang terpusat di Kabupaten Mempawah, turut memberikan dampak strategis bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kalbar.
“Kita ingin Kalbar tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Hilirisasi harus terus diperkuat agar nilai tambah ekonomi tetap berada di daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat pembangunan,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga memfokuskan optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing untuk memangkas biaya distribusi logistik dan meningkatkan daya saing ekspor daerah.
“Optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing akan menjadi akselerator baru pertumbuhan ekonomi Kalbar. Selama ini banyak distribusi barang dan ekspor kita masih bergantung transit ke luar daerah sehingga biaya logistik tinggi. Dengan Kijing yang semakin optimal, arus barang, ekspor, dan aktivitas industri akan jauh lebih efisien dan kompetitif,” jelas Ria Norsan.
“Pelabuhan Kijing bukan hanya pelabuhan biasa, tetapi pintu masa depan ekonomi Kalbar. Kita ingin pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru muncul, investasi meningkat, lapangan kerja terbuka luas, dan masyarakat Kalbar menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” tambahnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menambahkan, Kalbar selama ini banyak mengalami kerugian fiskal lantaran ekspor komoditas unggulan kerap tercatat melalui pelabuhan di luar wilayah provinsi.
“Kita memiliki sumber daya alam yang besar, mulai dari bauksit, CPO, karet, hingga hasil perkebunan dan pertambangan lainnya. Tetapi selama ini banyak ekspor tercatat melalui daerah lain karena keterbatasan fasilitas pelabuhan internasional. Ini tentu berdampak terhadap fiskal dan pencatatan ekonomi daerah,” ujar Krisantus Kurniawan.
Ia menegaskan kehadiran Pelabuhan Kijing harus menjadi penggerak utama transformasi ekonomi wilayah dari yang sebelumnya sekadar eksportir bahan mentah menjadi pusat industrialisasi.
“Pelabuhan Kijing harus menjadi tulang punggung industrialisasi Kalbar. Kalau konektivitas logistik kuat, biaya distribusi turun, investasi masuk, maka kawasan industri akan tumbuh dan lapangan pekerjaan akan semakin terbuka bagi masyarakat,” katanya.
“Kita tidak boleh terus menerus hanya menjadi daerah penghasil bahan baku tanpa mendapatkan nilai tambah maksimal. Karena itu hilirisasi dan penguatan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Kijing menjadi sangat penting bagi masa depan ekonomi Kalbar,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kontribusi perekonomian Kalimantan Barat terhadap struktur ekonomi regional Pulau Kalimantan telah mencapai 17,61 persen. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan terus menjaga stabilitas inflasi guna melindungi daya beli masyarakat agar target pertumbuhan yang inklusif tetap tercapai.
“Pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan UMKM dan sektor pertanian juga terus kita dorong agar pertumbuhan ekonomi ini semakin inklusif,” lanjut Ria Norsan.
“Kita optimis pertumbuhan ekonomi Kalbar akan terus meningkat. Apalagi saat ini pemerintah daerah terus mendorong percepatan berbagai proyek strategis daerah dan mendukung penuh proyek strategis nasional yang ada di Kalbar. Ini akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi daerah,” ujarnya.
“Kalbar memiliki posisi strategis, sumber daya alam yang besar, dan peluang investasi yang sangat menjanjikan. Tinggal bagaimana kita memperkuat konektivitas, hilirisasi, kualitas SDM, serta memastikan pembangunan berjalan merata dan berkelanjutan,” katanya.
“Ini momentum yang sangat baik bagi Kalimantan Barat. Kita harus terus bekerja keras, menjaga stabilitas daerah, memperkuat investasi, meningkatkan kualitas SDM, dan memastikan pertumbuhan ekonomi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalbar,” pungkasnya.





















