Cara Mengatasi dan Mencegah Kapalan di Kaki Akibat Salah Pilih Sepatu

Gesekan kulit akibat sepatu sempit memicu penebalan kulit. Ketahui penyebab serta cara mencegah kapalan di kaki agar terhindar dari nyeri dan infeksi.
Gesekan kulit akibat sepatu sempit memicu penebalan kulit. Ketahui penyebab serta cara mencegah kapalan di kaki agar terhindar dari nyeri dan infeksi. (Dok. Ist)

“Kapalan muncul sebagai area kulit yang menebal berwarna kekuningan atau keputihan yang terasa kasar, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika kulitnya terlalu tebal, bisa menjadi sensitif dan tidak nyaman saat ditekan. Terkadang, ini dapat menyebabkan Anda berjalan tidak seimbang,” kata Chang B Son.

Terkait upaya pencegahan, dokter kulit dari West Palm Beach, Florida, Jacob Beer, memberikan sejumlah panduan untuk mencegah kapalan di kaki.

Langkah paling mendasar adalah selalu mengenakan sepatu dengan ukuran yang pas, memiliki penopang yang baik, serta tidak menimbulkan gesekan berlebih pada area kaki tertentu.

Penggunaan sepatu hak tinggi, sepatu bersudut sempit di bagian depan, maupun kaus kaki yang menggumpal harus dihindari. Jacob Beer merekomendasikan penggunaan sol ortopedi untuk memperbaiki ukuran sepatu dan menambah daya dukung.

Selain memperhatikan pemilihan sepatu, ahli penyakit kaki di University of Michigan Health, Sari Priesand, juga mengimbau masyarakat agar tidak terbiasa berjalan tanpa alas kaki, baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Saat berada di dalam ruangan, Anda bisa mengenakan sepatu dalam ruangan seperti bakiak atau sandal yang nyaman. Mengenakan kaus kaki lebih baik daripada bertelanjang kaki, tetapi biasanya itu tidak cukup untuk sepenuhnya mencegah kapalan,” katanya.

Sebagai penanganan awal sekaligus cara mencegah kapalan di kaki agar tidak semakin parah, warga dapat menggunakan bantalan perekat yang lembut pada area kaki yang rawan bergesekan.

Selain itu, kulit yang mengeras dapat dihaluskan secara perlahan menggunakan batu apung atau kikir kuku. Pengikisan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu pendarahan.

Sari Priesand menyarankan agar kaki direndam di dalam air terlebih dahulu sebelum dikikis guna melunakkan permukaan kulit. Ia melarang keras penggunaan kikir berjenis parutan yang dapat melukai telapak kaki dan membuka celah infeksi.

Sebagai langkah perawatan tambahan, Chang B Son menyarankan penggunaan pelembap dengan kandungan urea untuk melunakkan lapisan luar kulit.

Produk eksfoliasi berbahan asam salisilat juga bisa digunakan untuk mengangkat sel kulit mati, meski tidak efektif untuk kapalan yang sudah sangat tebal.

Apabila kapalan semakin menebal dan memicu rasa nyeri, masyarakat dianjurkan segera menemui dokter spesialis untuk mendapat tindakan pengikisan medis guna menghindari risiko mata ikan, kutil, atau masalah kulit lainnya.

(*Red)