“Kesabaran kami kini telah habis. Sekarang adalah perang terbuka di antara kita,” tulis Menhan Khawaja Mohammad Asif melalui media sosial resminya.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan bahwa pasukan mereka telah membunuh 55 tentara Pakistan dalam bentrokan perbatasan pada Kamis malam.
Baca Juga: Operasi Epic Fury: Persenjataan Rudal Iran Jadi Penentu Konfrontasi Regional
Afghanistan mengeklaim serangan tersebut adalah bentuk pembalasan atas serangan udara Pakistan sebelumnya di wilayah perbatasan.
Mereka juga melaporkan penghancuran 19 pos tentara Pakistan dan dua pangkalan militer.
Akibat kekerasan ini, warga sipil di kedua sisi perbatasan Durand Line mulai dievakuasi.
Pihak berwenang Afghanistan mengevakuasi kamp pengungsi di dekat penyeberangan Torkham setelah beberapa pengungsi terluka dan 13 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, dilaporkan tewas.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, melalui juru bicaranya, telah mendesak kedua pihak untuk melindungi warga sipil dan terus berupaya menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi.
Namun, hingga saat ini, upaya negosiasi yang ditengahi oleh Qatar dan Turki pada Oktober lalu terlihat semakin goyah seiring meningkatnya aksi militer di lapangan.
(FR)
















