“Kita harus berkolaborasi dan bersinergi. Tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan sendiri. Semua harus bersama-sama membangun,” tegas Edi.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan data bagi pemuda untuk membaca kebutuhan pasar.
Edi mencontohkan tingginya kebutuhan komoditas harian seperti telur, kopi, dan sayuran yang bisa menjadi celah usaha baru di bidang distribusi maupun pertanian perkotaan.
Menjelang momen Ramadan, Edi berharap pemuda Pontianak dapat menjadi generasi yang lebih produktif dan berkontribusi nyata bagi kemajuan kota.
Ia optimistis dengan pemuda yang tangguh dan cerdas membaca peluang, Pontianak dapat bersaing di tingkat global sebagai kota jasa yang maju.
Baca Juga: Sukses di Gajah Mada, Edi Rusdi Kamtono: Sampai Jumpa di Festival Budaya Cap Go Meh
(Mira)
















