Kejar Target Sebelum Puasa, BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1).
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (14/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat proses pembangunan huntara (hunian sementara) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Langkah percepatan ini dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.

Baca Juga: Update Penanganan Bencana Sumatra: Progres Huntara, Jembatan Darurat, hingga Operasi Cuaca

Hingga tanggal 14 Januari 2026, data BNPB mencatat rencana pembangunan sebanyak 2.299 unit huntara.

Fasilitas ini diperuntukkan khusus bagi kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, hanyut, atau hilang akibat bencana.

Target utama pemerintah adalah memastikan warga dapat menempati hunian yang layak sebelum memasuki bulan puasa.

Fasilitas Lengkap dan Nyaman

Plh Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa pembangunan fisik di beberapa lokasi telah dimulai sejak awal Januari.

“Saat ini, beberapa lokasi sudah mulai dibangun sejak awal Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Januari, sehingga menjelang bulan puasa masyarakat sudah dapat menempati huntara,” tutur Djohan.

Pemerintah tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memprioritaskan aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni.

Huntara ini akan dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Selain itu, pasokan energi dan air bersih juga menjadi perhatian utama.

“Utamanya adalah fasilitas sanitasi seperti MCK serta jaringan listrik melalui dukungan PLN yang sedang berproses memasang jaringan listrik. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dibangun sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih,” tegasnya.

Spesifikasi Bangunan

Sebagai contoh, pembangunan huntara yang berlokasi di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, dibangun di atas lahan seluas 8.672,6 meter persegi.

Bangunan ini menggunakan sistem kopel berukuran 18 x 7,2 meter yang terdiri dari beberapa unit hunian.

Baca Juga: Kejar Target, Pembangunan Huntara di Aceh Timur Rampung Dalam Sepekan

Setiap unit memiliki luas 3,6 x 4,8 meter, lengkap dengan kamar mandi dan teras. Desain ini dipilih untuk memaksimalkan lahan sekaligus memudahkan penataan lingkungan yang sehat.

Untuk memastikan target tercapai, BNPB menambah jumlah personel di lapangan dan memanfaatkan kondisi cuaca cerah untuk mempercepat pengerjaan konstruksi.

(*Red)